Kelas : XII IPA 2 & XII IPA 1

 AYAT JURNAL PENYESUAIAN & LAPORAN KEUANGAN

 

Nama Guru       : Vivi Ratnasari, S.Pd.

Mata Pelajaran : Ekonomi

Kelas                 : XII IPA 2 & XII IPA 1

Jam Ke              : 5-6 & 9-10

Pertemuan ke    : 14

Metode              :Ceramah dan Tanya Jawab

Materi               : Buku Besar


Kompetensi Dasar : 

3.3 Menganalisis penyusunan siklus akuntansi pada perusahaan jasa

4.3 Membuat laporan keuangan pada perusahaan jasa


Tujuan Pembelajaran :

1.  Siswa mampu menyusun buku besar perusahaan jasa

2. Siswa mampu memindahbukukan catatan transaksi dalam jurnal ke buku besar.



Pengembangan Materi :
 

Jurnal Penyesuaian

1 Pengertian Jurnal Penyesuaian
       Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menyesuaikan saldo akun-akun pada neraca saldo agar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

2 Tujuan Jurnal Penyesuaian
       Jurnal penyesuaian dibuat dengan tujuan:
       ♦  agar akun riil (harta, kewajiban, dan modal) sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
       ♦  agar akun nominal (pendapatan dan beban) dapat diakui dalam satu periode akuntansi.

3. Membuat Ayat Jurnal Penyesuaian
        Berikut ini ada tabel cara membuat ayat jurnal penyesuaian.
An image

Laporan Keuangan

1  Laporan Laba/Rugi
       Laporan laba/rugi adalah laporan keuangan perusahaan yang menunjukkan kinerja perusahaan dalam satu periode. Laporan ini berisi perincian pendapatan biaya perusahaan.

                                                Laba = Total pendapatan – Total beban

2  Laporan Perubahan Modal
       Setelah membuat laporan laba/rugi, kita bisa menggunakan angka laba atau rugi perusahaan untuk membuat laporan perubahan modal. Laporan perubahan modal adalah laporan keuangan perusahaan yang menunjukkan proses perubahan modal pada awal periode dan modal pada akhir periode.

                                                Modal akhir = Modal awal + Laba – Prive

3  Laporan Neraca
       Setelah kita membuat laporan perubahan modal, angka pada modal akhir tersebut digunakan pada laporan keuangan berikutnya, yakni laporan neraca. Laporan neraca adalah laporan keuangan perusahaan yang menunjukkan kondisi harta, kewajiban, dan modal pemilik pada periode tertentu. Laporan neraca sering disebut juga laporan posisi keuangan.

                                                  Harta = Utang + Modal

Analisis Laporan Keuangan

       Laporan keuangan merupakan instrumen yang sangat penting untuk memperoleh informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan yang bersangkutan.
       Sementara itu, yang dimaksud dengan  analisisa rasio keuangan adalah perbandingan antara dua/kelompok data laporan keuangan dalam satu periode tertentu., Ddata tersebut bisa berupa data antar data dari neraca dan data laporan laba rugi. Tujuannya adalah memberi gambaran kelemahan dan kemampuan finansial perusahaan dari tahun ke tahun. Jenis-jenis analisisa rasio keuangan adalah sebagai berikut.:

1. Rasio likquiditas, yakni adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangaka pendek tepat pada waktunya. Jenis-jenis rasio likquiditas, antara lain,:
  
    a. Current Ratio     =Aktiva  LancarUntung  Lancar 

    b. Quick Ratio        =Aktiva  Lancar    PersediaanUntung  Lancar

    c. Cash Ratio         =KasUntung  Lancar

    d. Networking Capital menghitung selisih antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar dan memiliki tujuan yang sama dengan current ratio.

        Net working capital = Aktiva lancar – Utang lancar

2. Rasio solvabilitas, yakni adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban keuangannya apabila perusahaan dilikuidasi,. bBaik kewajiban keuangan jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut ini beberapa rasio solvabilitas yang perlu diketahui. dDi antaranya:

    a. Total Debt to Asset Ratio   =Total  UtangTotal  Aktiva

    b. Total Debt to Equity Ratio  =Total  UtangTotal  Modal

3. Rrasio profitabilitas/rentabilitas, yakni merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Beberapa rasio yang digunakan di antaranya:

    a. Gross Profit Margin                =Laba  KotorPenjualan  Bersih

    b. Operating Profit Margin          =Laba  UsahaPenjualan  Bersih

    c. Net Profit Margin                    =Laba  Bersih  Setelah  PajakPenjualan  Bersih

    d. Return on Asset (ROA)          =Laba  Bersih  Setelah  PajakTotal  Aktiva

    e. Return on Equity (ROE)         =Laba  Bersih  Setelah  PajakTotal  Modal  Pemegang  Saham

Contoh Soal dan Pembahasan

CONTOH SOAL 1
Harta perusahaan harus dipisahkan dengan harta pemilik perusahaan. Hal ini sesuai dengan prinsip dasar akuntansi, yaitu prinsip ….
(A)  unity of entity
(B)  going concern
(C)  materiality
(D)  concervative
(E)  matching cost

Jawaban: A
Pembahasan:

Prinsip kesatuan usaha (unity of entity) adalah sebuah prinsip yang memandang perusahaan sebagai kesatuan usaha yang berdiri sendiri. Harta perusahan yang berasal dari harta pemilik harus dipisahkan. Jika ada harta pemilik yang disetorkan ke dalam perusahaan, itu harus dipandang sebagai liabilitas yang suatu saat harus dikembalikan kepada pemilik.

CONTOH SOAL 2
Pada tanggal 1 Januari 2019, pemilik perusahaan menyetorkan uang Rp100 juta dan dua 2 set komputer senilai Rp10 juta sebagai modal awal. Transaksi ini akan memnengaruhi persamaan dasar akuntansi, yaitu ….
(A)  kas bertambah Rp100 juta, peralatan bertambah Rp10 juta, dan modal bertambah Rp110 juta
(B)  kas bertambah Rp100 juta, peralatan bertambah Rp10 juta, dan kewajiban bertambah Rp110 juta
(C)  kas bertambah Rp100 juta, peralatan bertambah Rp10 juta, dan modal bertambah Rp90 juta
(D)  kas bertambah Rp100 juta, peralatan bertambah Rp10 juta, dan kewajiban bertambah Rp90 juta
(E)  kas berkurang Rp100 juta, peralatan bertambah Rp10 juta, dan modal bertambah Rp110 juta

Jawaban: A
Pembahasan:

Transaksi setoran modal pemilik ke perusahaan akan menambah aktiva perusahaan dan menambah modal pemilik. Dari transaksi di atas, aktiva perusahaan yang bertambah, yaitu kas dan peralatan masing-masing Rp100 juta dan Rp10 juta. Sementara itu, modal pemilik bertambah Rp110 juta.

                                                             Aktiva = Utang + Modal
                                                     Kas + Peralatan = Utang + Modal
                                                          100 juta + 10 juta = 110 juta

CONTOH SOAL 3
Yang bukan merupakan bagian dari siklus akuntansi adalah ….
(A). identifikasi transaksi.
(B). analisisa laporan keuangan.
(C). pembuatan jurnal penutup.
(D). pembuatan jurnal penyesuaian.
(E). penyusunan neraca saldo.

Jawaban: B
Pembahasan :

Siklus akuntansi perusahaan meliputi: iIdentifikasi/analisis transaksi, jurnal, buku besar, neraca saldo, penyesuaian, laporan keuangan, jurnal penutup, dan jurnal pembalik.

CONTOH SOAL 4
Perhatikan daftar akun di bawah ini!
1. Kas.
2. Perlengkapan.
3. Piutang.
4. Kendaraan.
5. Gedung.

Yang termasuk harta lancar ditunjukkan oleh nomor ….
(A)  1, 2, dan 3
(B)  1, 3, dan 5
(C)  2, 3, dan 4
(D)  2, 4, dan 5
(E)  3, 4, dan 5

Jawaban: A
Pembahasan:

Harta lancar adalah kelompok harta yang bisa habis terpakai, dan nilai saldonya bisa berubah dalam jangka pendek,. mMisalnya akun: kas, piutang, perlengkapan, dan sewa dibayar di muka. Sementara itu, kendaraan dan gedung termasuk harta tetap.

CONTOH SOAL 5
Pada 31 Desember 2019 diketahui harta lancar dan utang lancar perusahaan masing-masing sebesar Rp120 juta dan Rp60 juta. Dengan demikian, current ratio-nya adalah ….
(A)  1 : 1
(B)  1 : 2
(C)  1 : 3
(D)  2 : 1
(E)  2: 3

Jawab: D
Pembahasan:

Diketahui:    Harta lancar  = 120
                    Utang lancar = 60
Ditanya:       Current ratio
Jawab:
                   Current  ratio=Harta  LancarUtang  Lancar=12060=21

Jadi, current ratio-nya adalah 2 : 1

Komentar

Postingan Populer