KELAS X.8

 KEGIATAN EKONOMI


Nama Guru        : Vivi Ratnasari, S.Pd.

Mata Pelajaran  : Ekonomi

Kelas                  : X.8

Jam Ke               :1-3

Pertemuan         : 12

Metode               : Ceramah & Tanya jawab

Media/Alat Peraga : Papan Tulis & Powerpoint


Materi : KEGIATAN EKONOMI


 CP :

Pada akhir fase ini peserta didik mampu memahami kelangkaan sebagai inti dari masalah ilmu ekonomi. Peserta didik memahami skala prioritas sebagai acuan dalam menentukan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Peserta didik memahami pola hubungan antara kelangkaan dan biaya peluang. Peserta didik memahami sistem ekonomi sebagai cara dalam mengatur berbagai kegiatan ekonomi guna memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat. Peserta didik memahami konsep keseimbangan pasar serta memahami pemodelannya dalam bentuk tabel dan kurva. Peserta didik memahami konsep sistem pembayaran dan memahami konsep uang sebagai alat pembayaran. Peserta didik memahami berbagai bentuk alat pembayaran non- tunai yang berlaku di Indonesia serta memahami penggunaannya. Peserta didik memahami konsep bank dan industri keuangan non-bank dan memahami berbagai produk yang dihasilkan guna mendukung tercapainya keterampilan literasi keuangan.


TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Siswa mampu memahami materi mengenai kegiatan ekonomi

2. Siswa mengetahui jenis-jenis kegiatan ekonomi



  1. Kegiatan Ekonomi

1 Pengertian Kegiatan Ekonomi
Kegiatan ekonomi adalah aktivitas yang dilakukan manusia demi memperoleh barang atau jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup.

2 Kegiatan Produksi
Produksi adalah kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa agar lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan manusia. Pihak yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen. Dalam melakukan produksi, produsen membutuhkan faktor produksi atau disebut juga input. Faktor produksi terdiri dari:
1. faktor produksi asli, yakni alam dan tenaga kerja.
2. faktor produksi turunan, yakni modal dan kewirausahaan.

Kegiatan produksi dibagi menjadi tiga sektor:
1. produksi primer, meliputi sektor ekstraktif dan agraris.
2. produksi sekunder, meliputi sektor industri dan perdagangan.
3. produksi tersier, yaitu sektor jasa.

Cara meningkatkan hasil produksi:
1. intensifikasi, yaitu dengan meningkatkan produktivitas tanpa menambah faktor produksi,
2. ekstensifikasi, yaitu dengan cara menambah jumlah faktor produksi,
3. spesialisasi kerja, yaitu dengan cara melakukan pembagian kerja, 
4. mekanisasi, yaitu dengan menggunakan mesin-mesin yang menghemat waktu dan tenaga, dan
5. diversifikasi, yaitu dengan cara membuat produk yang beraneka ragam.

3 Kegiatan Konsumsi
Konsumsi adalah kegiatan untuk mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa. Pihak yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen.

Nilai guna barang dapat dikelompokkan menjadi:
1. nilai guna bentuk (form utility), artinya sebuah barang dapat meningkat nilai gunanya karena mengalami perubahan bentuk.
2. nilai guna waktu (time utility), artinya suatu barang meningkat nilai gunanya karena dihasilkan pada waktu yang tepat.
3. nilai guna  tempat (place utility), artinya suatu barang meningkat nilai gunanya karena dipindahkan tempatnya
4. nilai guna kepemilikan (ownership utility), artinya suatu barang mengalami kenaikan nilai guna karena perbedaan kepemilikan.
5. Nilai guna elemen (element utility), artinya suatu barang memiliki nilai guna karena kandungan zatnya.
6. nilai guna  layanan (service utility), artinya uatu barang memiliki nilai guna karena ada jasa/layanan pendukungnya.

Selain itu, setiap barang juga memiliki nilai pakai dan nilai tukar.
1. Nilai Pakai. Nilai pakai suatu barang terdiri dari:
a. nilai pakai objektif, yaitu kemampuan dari suatu barang untuk memenuhi kebutuhan setiap orang. Tinggi rendahnya nilai menurut semua orang relatif sama.
b. nilai pakai subjektif, yaitu nilai yang diberikan oleh seseorang atas kemampuan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan orang yang bersangkutan.

2. Nilai Tukar. Nilai tukar suatu barang terdiri dari:
a. nilai tukar objektif, yaitu nilai tukar yang diberikan oleh setiap orang terhadap suatu barang atau jasa yang tinggi-rendahnya adalah relatif sama bagi setiap orang.
b. nilai tukar subjektif, yaitu nilai yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang/jasa sehubungan barang tersebut dapat ditukarkan dengan barang lain sehingga dapat memuaskan kebutuhan.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi seseorang dalam melakukan kegiatan konsumsi, yaitu: 
• pendapatan,
• harga barang dan jasa,
• selera,
• usia dan jenis kelamin,
• adat istiadat, dan
• jumlah penduduk.

4 Kegiatan Distribusi
Distribusi adalah kegiatan menyampaikan atau menyalurkan barang atau jasa dari pihak produsen kepada yang memerlukannya atau konsumen. Pihak yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. 

Kegiatan distribusi memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1. menyampaikan barang atau jasa dari produsen kepada konsumen,
2. mempercepat sampainya hasil produksi kepada konsumen,
3. tercapainya pemerataan produksi,
4. menjaga kesinambungan produksi, dan
5. memperbesar dan meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi

Distribusi memiliki fungsi:
1. Fungsi pokok distribusi, yaitu:
a. pengangkutan,
b. penjualan,
c. pembelian,
d. penyimpanan, dan
e. penanggung risiko.
2. Fungsi tambahan distribusi, yaitu:
a. menyeleksi,
b. mengepak atau mengemas, dan
c. memberi informasi.

Ada beberapa cara untuk menyalurkan barang dari produsen ke konsumen. Cara penyaluran ini biasa disebut saluran distribusi. Saluran distribusi terdiri dari:
1. distribusi langsung, yaitu penyaluran barang dari produsen langsung kepada konsumen tanpa melalui perantara.
2. distribusi semi langsung, yaitu penyaluran barang dari produsen kepada konsumen melalui agen atau pihak yang dimiliki produsen itu sendiri.
3. distribusi tidak langsung, yaitu penyaluran barang dan jasa melalui pihak-pihak lain atau badan perantara seperti yang ada dalam lembaga distribusi yang tidak ada keterkaitan kepemilikan dengan produsen.

Adapun faktor-faktor yang memengaruhi saluran distribusi:
• daya tahan barang yang disalurkan,
• luasnya daerah pendistribusian,
• jumlah barang yang akan didistribusikan,
• sarana komunikasi dan sarana angkutan yang tersedia,
• biaya transportasi,
• kondisi jalan, dan
• kondisi keamanan.

Komentar

Postingan Populer