KELAS X.3

NAMA GURU : Vivi Ratnasari, S.Pd.

MATA PELAJARAN : Ekonomi

KELAS : 10.3

PERTEMUAN : Ke-4


CP :


Pada akhir fase E, peserta didik di Kelas X mampu merefleksikan kembali konsep kelangkaan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu membedakan dengan jelas antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Peserta didik mampu menyusun skala prioritas kebutuhan mulai dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Peserta didik memahami bahwa kegiatan ekonomi adalah suatu siklus yang terjadi dalam rangka upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Peserta didik memahami uang sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan dan dikelola guna memenuhi kebutuhan saat ini dan merencanakan kebutuhan yang akan datang melalui perencanaan keuangan yang berbasiskan pemahaman atas berbagai manfaat produk keuangan perbankan maupun non-perbankan.


TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Peserta didik mampu memahami pengertian permintaan & penawaran

2. Peserta didik mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan & penawaran

3. Peserta didik mampu mengidentifikasi kurva permintaan & penawaran

4. Peserta didik mampu memahami keseimbangan pasar/Harga keseimbangan


BENTUK PASAR/STRUKTUR PASAR


Pasar

A.1 Pengertian Pasar

Pasar adalah tempat bertemunya pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi. Pasar dapat juga diartikan sebagai tempat bertemunya permintaan dan penawaran. 


A.2 Syarat Terjadinya Pasar

Syarat terjadinya pasar antara lain:

1) ada penjual dan pembeli,

2) ada barang/jasa yang diperdagangkan, dan

3) tersedia media untuk interaksi antara penjual dan pembeli.


A.3 Fungsi Pasar

Pasar memiliki fungsi:

1) sarana distribusi, yakni pasar dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan barang/jasa dari produsen ke konsumen, 

2) pembentuk harga, yakni pasar dapat menetapkan harga barang/jasa yang berlaku, dan

3) sarana promosi, yakni pasar dapat memperkenalkan produk baru kepada konsumen.


A.4 Jenis Pasar

Pasar dapat dibagi menjadi beberapa kelompok seperti diuraikan di bawah ini.

a. Pasar menurut jenis barang yang dijual terdiri dari:

1. pasar output, yaitu pasar yang menjual barang/jasa yang langsung dikonsumsi oleh konsumen.

2. pasar input, yaitu pasar yang menyediakan faktor produksi yang digunakan oleh produsen untuk melakukan kegiatan produksi.


b. Pasar menurut wujudnya terdiri dari:

1. pasar konkret yang wujudnya terlihat secara fisik. Penyerahan barang/jasanya dilakukan secara langsung. Konsumen dapat langsung membawa barang yang dijual setelah melakukan transaksi.

2. pasar abstrak yang wujud fisiknya tidak terlihat, hanya menampilkan gambar atau contoh barang. Penyerahan barang tidak dilakukan pada saat itu juga, misalnya online shop, pasar properti, dan pasar modal.


c. Pasar menurut waktunya terdiri dari:

1. pasar harian. Contoh: pasar tradisional, minimarket/supermarket,

2. pasar mingguan. Contoh: pasar minggu, pasar senen, pasar rebo, dan

3. pasar tahunan. Contoh: Pekan Raya Jakarta (PRJ).


d. pasar menurut luas distribusinya, yang terdiri dari:

1. pasar lokal, yaitu pasar yang berada dekat tempat tinggal kita,

2. pasar daerah. Contoh: Pasar Tanah Abang di DKI Jakarta, Pasar Beringharjo di Yogyakarta, Pasar Johar di Semarang,

3. pasar nasional. Contoh: Bursa Efek Indonesia (BEI), dan

4. pasar internasional.Contoh: pasar kopi di Brazil, pasar tembakau di Jerman, pasar modal di Amerika Serikat.


e. Pasar menurut strukturnya yang teridiri dari:

1. pasar persaingan sempurna,

2. pasar persaingan tidak sempurna yang terdiri dari:

- pasar monopoli,

- pasar persaingan monopolistik, dan

- pasar oligopoli.


Pasar Persaingan Sempurna

B.1 Karakteristik Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna (perfect competitive market) disingkat PPS, memiliki karakteristik:

1. Jumlah penjual sangat banyak.

2. Produk yang dijual homogen. Maksudnya adalah produk yang dihasilkan setiap produsen sangat mirip. Konsumen tidak bisa membedakan produk yang dijual oleh produsen yang satu dengan produsen lainnya.

3. Setiap produsen tidak bisa menetapkan harga jual. Hal ini disebut dengan istilah price taker. Produsen tidak bisa menurunkan harga demi menambah konsumen. Harga yang ditetapkan berdasarkan harga yang berlaku di pasar. Hal ini disebabkan jumlah produsen di pasar yang sangat banyak dan homogenitas produk yang dijual.

4. Tidak ada hambatan untuk masuk atau keluar pasar (no barrier to entry and exit). Setiap produsen baru bebas untuk masuk ke dalam pasar dan ikut berjualan. Begitu pula dengan produsen yang sudah ada di dalam pasar bebas untuk ke luar dari sana.

5. Informasi sempurna (perfect information). Baik konsumen maupun produsen mengetahui kondisi pasar mulai dari harga produk, kualitas produk, distribusi, hingga hal lainnya. 


Contoh PPS dalam kehidupan nyata sebenarnya sulit untuk ditemukan. Namun, contoh yang karakteristiknya mendekati karakteristik PPS adalah pasar sayuran dan buah-buahan.


B.2 Kurva Permintaan yang Dihadapi Perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna

Tingkat harga produk yang dijual di dalam pasar persaingan sempurna ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran pasar. Setiap perusahaan tidak bisa menetapkan harga di atas ataupun di bawah pasar. Dengan demikian, kurva permintaan yang dihadapi perusahaan dalam pasar persaingan sempurna berbentuk horizontal. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini!

An image

Gambar di sebelah kanan menunjukkan bahwa kurva permintaan yang dihadapi perusahaan dalam PPS berbentuk horizontal. Dalam hal ini, kurva permintaan tersebut sama dengan kurva penerimaan marginal, penerimaan rata-rata, dan harga (D = MR = AR = P).


B.3 Keseimbangan Perusahaan dalam Pasar Persaingan Sempurna

Keseimbangan perusahaan adalah situasi ketika tingkat output yang diproduksi perusahaan mampu menghasilkan laba maksimum. Ada dua jenis keseimbangan perusahaan: keseimbangan jangka pendek dan keseimbangan jangka panjang.

1. Keseimbangan Perusahaan Jangka Pendek

Ada dua keseimbangan perusahaan dalam jangka pendek. Pertama, perusahaan dapat memperoleh laba supernormal. Kedua, perusahaan bisa menderita rugi. Laba supernormal adalah selain memperoleh laba secara finansial, perusahaan juga memperoleh laba secara ekonomi.

2. Keseimbangan Perusahaan Jangka Panjang

Perusahaan yang mencapai keseimbangan dalam jangka panjang hanya akan memperoleh laba normal atau dikenal juga dengan istilah zero economic profit. Perusahaan tetap mendapat laba secara finansial, tetapi tidak secara ekonomi. Hal ini disebabkan bebasnya perusahaan untuk masuk dan keluar dari pasar. Jika dalam jangka panjang perusahaan yang masuk ke dalam pasar semakin banyak, persaingan semakin ketat sehingga harga barang turun dan pada akhirnya setiap perusahaan hanya memperoleh laba normal.


Pasar Monopoli (Monopoly Market)

C.1 Karakteristik Pasar Monopoli

Karakteristik pasar monopoli bertolak belakang dengan karakteristik pasar persaingan sempurna. Karakteristik pasar monopoli:

1. Jumlah perusahaan hanya satu.

2. Produk yang dijual tidak ada substitusi (pengganti).

3. Perusahaan memiliki kemampuan untuk menetapkan harga pasar. Hal ini disebut dengan istilah price maker.

4. Ada hambatan yang sangat kuat untuk masuk atau keluar dari pasar (strong barrier to entry and exit).


Di Indonesia, contoh perusahaan yang berada dalam pasar monopoli adalah PT PLN dan PT KAI.


C.2 Kurva Permintaan yang Dihadapi Perusahaan dalam Pasar Monopoli

Kurva permintaan yang dihadapi oleh perusahaan yang berada dalam pasar monopoli berbentuk menurun dari kiri atas ke kanan bawah, sama dengan permintaan pasarnya, dan memiliki kemiringan inelastis. Perhatikan gambar di bawah ini!

An image

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa kurva penerimaan marginal (MR) berada di bawah kurva permintaan/penerimaan rata-rata/harga. Hal ini disebabkan untuk menaikkan harga, perusahaan mengurangi output yang diproduksi.


C.3 Keseimbangan Perusahaan dalam Pasar Monopoli

Keseimbangan perusahaan dalam pasar monopoli terdiri dari keseimbangan jangka pendek dan keseimbangan jangka panjang.

1. Keseimbangan Perusahaan Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, perusahaan monopoli dapat memperoleh laba supernormal. Perusahaan monopoli juga bisa menderita kerugian meskipun perusahaan memiliki kemampuan untuk menetapkan harga. Hal ini bisa disebabkan biaya rata-rata yang tidak efisien. 


2. Keseimbangan Perusahaan Jangka Panjang

Berbeda dengan perusahaan yang berada dalam PPS, perusahaan monopoli tetap bisa memperoleh laba supernormalnya selama perusahaan mampu mempertahankan daya monopolinya.


Pasar Persaingan Monopolistik (Monopolistic Competitive Market)

D.1 Karakteristik Pasar Persaingan Monopolistik

Karakteristik pasar persaingan monopolistik (PPM):

1. Jumlah penjualnya banyak.

2. Produk yang dijual terdiferensiasi. Ada unsur pembeda antara produk yang dijual oleh perusahaan yang satu dengan lainnya. Unsur pembeda tersebut bisa berupa kualitas produk, kemasan, merek, dan lain-lain. Dengan demikian, persaingan dalam PPM merupakan persaingan nonharga.

3. Setiap penjual bisa menetapkan harga (price maker) meskipun kecil. Hal ini disebabkan produk yang terdiferensiasi.

4. Tidak ada hambatan untuk masuk dan keluar pasar (no barrier to entry and exit).


Contoh produk yang dijual di dalam PPM adalah antara lain makanan/minuman ringan, obat-obatan, kosmetik, pakaian jadi, dan detergen.


D.2 Kurva Permintaan yang Dihadapi Perusahaan dalam PPM

Bentuk kurva permintaan yang dihadapi setiap perusahaan dalam PPM adalah menurun dari kiri atas ke kanan bawah dan memiliki kemiringan yang elastis. Hal ini disebabkan perusahaan dalam PPM memiliki kemampuan menetapkan harga meskipun sedikit. Perhatikan gambar di bawah ini!

An image

Dari gambar di atas terlihat bahwa kurva penerimaan marginal (MR) berada di bawah kurva permintaan/penerimaan rata-rata/harga (D=AR=P).


D.3 Keseimbangan Perusahaan PPM

1. Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, perusahaan yang berada di dalam PPM dapat memperoleh laba supernormal atau menderita kerugian. 


2. Keseimbangan Perusahaan dalam Jangka Panjang

Seperti pada pasar persaingan sempurna, keseimbangan perusahaan pasar persaingan monopolistik hanya memperoleh laba normal. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya hambatan bagi perusahaan untuk masuk dan keluar pasar (no barrier to entry and exit).


Pasar Oligopoli (Oligoply Market)

E.1 Karakteristik Pasar Oligopoli

Karakteristik pasar oligopoli:

1. Jumlahnya penjual sedikit/beberapa.

2. Produk yang dijual bisa homogen atau bisa terdiferensiasi.

3. Setiap penjual memiliki kemampuan untuk menetapkan harga.

4. Terdapat interdependensi antarperusahaan, yaitu perilaku saling ketergantungan dalam menetapkan harga. Jika satu perusahaan ingin menetapkan harga, perusahaan tersebut harus mempertimbangkan reaksi perusahaan yang lain.

5. Terdapat kekakuan harga (price rigidity) yang disebabkan oleh adanya interdependensi antarperusahaan.


Contoh produk yang berada dalam pasar oligopoli antara lain besi/baja, pupuk, smartphone, otomotif, dan jasa transportasi udara.


E.2 Kurva Permintaan yang Dihadapi Perusahaan Dalam Pasar Oligopoli

Bentuk kurva permintaan yang dihadapi perusahaan dalam pasar oligopoli adalah patah (kinked demand). Bagian atas memiliki kemiringan elastis, sedangkan bagian bawah inelastis. Perhatikan gambar di bawah ini!

An image

Kurva penerimaan marginal (MR) berada di bawah kurva D=AR=P, seperti ditunjukkan pada gambar di atas. Bentuk kurva MR yang demikian disebabkan oleh salah satu karakteristik khas pasar oligopoli, yakni interdependensi antarperusahaan.


E.3 Keseimbangan Perusahaan Pasar Oligopoli

Perusahaan oligopoli dalam jangka pendek bisa memperoleh laba supernormal atau menderita kerugian.


Contoh Soal

CONTOH SOAL 1

Pasar dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. Hal ini sesuai dengan fungsi pasar, yaitu fungsi….

A. pembentuk harga

B. promosi

C. memperluas lapangan kerja

D. distribusi

E. produksi




CONTOH SOAL 2

Menurut wujudnya, Tokopedia, Shopee, Bukalapak, termasuk pasar…..

A. input

B. output

C. nasional

D. konkret

E. abstrak




CONTOH SOAL 3

Berikut ciri – ciri pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna:

(1) Penjual dan pembeli bebas keluar masuk pasar

(2) Harga ditentukan oleh mekanisme pasar

(3) Terdapat banyak pembeli dan sedikit penjual

(4) Pembeli dan penjual mengetahui keadaan pasar

(5) Adanya hambatan untuk masuk ke pasar


Yang merupakan ciri – ciri pasar persaingan sempurna adalah ....

A. (1), (2), dan (3)

B. (1), (2), dan (4)

C. (2), (3), dan (4)

D. (2), (4), dan (5)

E. (3), (4), dan (5)




CONTOH SOAL 4

Dalam jangka panjang, perusahaan yang beroperasi di dalam pasar persaingan monopolistik akan memperoleh….

A. laba supernormal

B. laba normal

C. penerimaam maksimum

D. biaya rata-rata minimum

E. biaya variabel minimum




CONTOH SOAL 5

Berikut ini yang merupakan ciri-ciri pasar monopoli adalah....

A. produk yang dijual tidak ada substitusinya

B. harga barang ditentukan oleh pasar

C. tidak ada campur tangan pemerintah

D. penjual dan pembeli mengetahui informasi/keadaan pasar

E. produsen sebagai price taker




Komentar

Postingan Populer