KELAS 10.5 & 10.3

 NAMA GURU          : Vivi Ratnasari, S.Pd.

MATA PELAJARAN : Ekonomi

KELAS             : 10.5 & 10.3

PERTEMUAN : Ke-4


CP :

Pada akhir fase E, peserta didik di Kelas X mampu merefleksikan kembali konsep kelangkaan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu membedakan dengan jelas antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Peserta didik mampu menyusun skala prioritas kebutuhan mulai dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Peserta didik memahami bahwa kegiatan ekonomi adalah suatu siklus yang terjadi dalam rangka upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Peserta didik memahami uang sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan dan dikelola guna memenuhi kebutuhan saat ini dan merencanakan kebutuhan yang akan datang melalui perencanaan keuangan yang berbasiskan pemahaman atas berbagai manfaat produk keuangan perbankan maupun non-perbankan.


TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Peserta didik mampu memahami pengertian permintaan & penawaran

2. Peserta didik mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan & penawaran

3. Peserta didik mampu mengidentifikasi kurva permintaan & penawaran

4. Peserta didik mampu memahami keseimbangan pasar/Harga keseimbangan

5. Peserta didik mampu memahami tentang jenis-jenis pasar


Keseimbangan Pasar

1 Pengertian Keseimbangan Pasar

Keseimbangan pasar adalah situasi ketika jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu. Keseimbangan pasar juga dapat diartikan sebagai kesepakatan antara produsen dan konsumen untuk menjual sejumlah barang dengan harga yang disepakati bersama. Di dalam analisis kurva, keseimbangan pasar ditunjukkan oleh kurva permintaan dan penawaran yang berpotongan di satu titik.


2 Rumus Keseimbangan Pasar

Secara matematis, keseimbangan pasar ditunjukkan oleh rumus:

Qd = Qs

atau

Pd = Ps


Keterangan:

Qd dan Pd adalah fungsi permintaan

Qs dan Ps adalah fungsi penawaran


3 Kurva Keseimbangan Pasar

Di dalam analisis kurva, keseimbangan pasar digambarkan seperti berikut




Keterangan:

• D adalah permintaan (demand), sedangkan S adalah penawaran (supply)

• E adalah titik equilibrium (titik keseimbangan pasar)

• PE adalah harga keseimbangan (harga pasar) yang merupakan harga yang disepakati bersama antara produsen dan konsumen

• QE adalah jumlah barang yang ditransaksikan berdasarkan harga pasar


4 Surplus Konsumen dan Produsen

Surplus konsumen (consumer’s surplus) adalah selisih antara harga yang mampu dibayar oleh konsumen dengan harga pasarnya. Sementara itu, surplus produsen (producer’s surplus) adalah selisih antara harga pasar dengan biaya produksi yang dikeluarkan produsen.




Berdasarkan gambar di atas, surplus konsumen ditunjukkan oleh area segitiga berwarna biru, sedangkan surplus produsen ditunjukkan oleh area segitiga berwarna hijau


5. Perubahan Keseimbangan Pasar

Harga barang yang berlaku di pasar bisa berubah, kadang naik dan kadang turun. Jumlah barang yang ditransaksikan pun sama, bisa mengalami kenaikan atau penurunan. Perubahan keseimbangan pasar ini disebabkan oleh adanya perubahan pada permintaan atau penawaran. Makin banyak konsumen melakukan permintaan terhadap suatu barang, makin tinggi pula harga barang tersebut. Sementara itu, makin banyak produsen melakukan penawaran terhadap suatu barang, makin rendah harga pasar yang terbentuk.

An image


Kebijakan Harga oleh Pemerintah

Ada kalanya harga barang yang berlaku di pasar terlalu tinggi atau bisa juga terlalu rendah sehingga akan merugikan konsumen atau produsen. Untuk itu, perlu ada intervensi dari pemerintah di dalam pasar berupa kebijakan penetapan harga.


1 Kebijakan Harga Maksimum (Ceilling Price)

Kebijakan harga maksimum (ceilling price) adalah penetapan harga tertinggi oleh pemerintah terhadap suatu barang/jasa di pasar. Berikut ini adalah hal-hal yang terkait dengan kebijakan harga maksimum.

1. Kebijakan ini dilakukan pemerintah ketika harga barang di pasar terlalu tinggi.

2. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi konsumen.

3. Kebijakan ini akan mengakibatkan terjadi kelebihan jumlah barang yang diminta (excess of quantity demanded), atau bisa disebut juga sebagai kekurangan jumlah barang yang ditawarkan (shortage of quantity supplied).

4. kebijakan ini biasanya akan diikuti kegiatan operasi pasar yang dilakukan oleh pemerintah melalui instansi terkait. 


Contoh kebijakan ini antara lain: Harga Eceran Tertinggi (HET) obat-obatan, HET Bahan Bakar Minyak (BBM). Di dalam analisis kurva, kebijakan harga maksimum digambarkan seperti di bawah ini.

An image


2 Kebijakan Harga Minimum (Floor Price)

Kebijakan harga minimum (floor price) adalah penetapan harga terendah oleh pemerintah terhadap suatu barang/jasa di pasar. Berikut ini adalah hal-hal yang terkait dengan kebijakan harga minimum.

1. Kebijakan ini dilakukan pemerintah ketika harga terlalu rendah

2. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi produsen.

3. Kebijakan ini akan mengakibatkan terjadi kelebihan jumlah barang yang ditawarkan (excess of quantity supplied). 

4. Untuk mengatasi kelebihan jumlah barang yang ditawarkan, pemerintah biasanya akan ikut membeli kelebihan tersebut. 


Contoh kebijakan ini antara lain adalah harga dasar gabah dan upah minimum regional. Di dalam analisis kurva, kebijakan harga minimum digambarkan seperti di bawah ini.

An image

Komentar

Postingan Populer