KELAS 10.7

 NAMA GURU : Vivi Ratnasari, S.Pd.

MATA PELAJARAN : Ekonomi

KELAS : 10.7

PERTEMUAN : Ke-4


CP : 

Pada akhir fase E, peserta didik di Kelas X mampu merefleksikan kembali konsep kelangkaan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu membedakan dengan jelas antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants). Peserta didik mampu menyusun skala prioritas kebutuhan mulai dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Peserta didik memahami bahwa kegiatan ekonomi adalah suatu siklus yang terjadi dalam rangka upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Peserta didik memahami uang sebagai sumber daya yang perlu dimanfaatkan dan dikelola guna memenuhi kebutuhan saat ini dan merencanakan kebutuhan yang akan datang melalui perencanaan keuangan yang berbasiskan pemahaman atas berbagai manfaat produk keuangan perbankan maupun non-perbankan.


TUJUAN PEMBELAJARAN :

1. Peserta didik mampu memahami kelangkaan sebagai inti dari masalah ilmu ekonomi


2. Peserta didik memahami skala prioritas sebagai acuan dalam menentukan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi

3. Peserta didik mampu memahami biaya peluang sebagai biaya implisit


MATERI : Masalah Ekonomi

METODE : Ceramah & Diskusi

STRATEGI : Diskusi


PENGEMBANGAN MATERI :

Kelangkaan


1. Pengertian Kelangkaan

Ilmu ekonomi muncul karena ada masalah yang paling mendasar dalam ekonomi, yakni masalah kelangkaan (scarcity). Dalam ilmu ekonomi, yang dimaksud dengan kelangkaan adalah suatu kondisi sumber daya yang terbatas berhadapan dengan kebutuhan yang tidak terbatas. Kelangkaan mengharuskan masyarakat membuat pilihan-pilihan atas alokasi sumber daya sehingga akan memunculkan biaya peluang (opportunity cost). Biaya peluang adalah alternatif terbaik yang dikorbankan ketika kita memilih suatu alternatif pilihan yang lain.


2. Penyebab Kelangkaan

Terjadinya kelangkaan dapat disebabkan oleh:

1. alat pemuas kebutuhan yang terbatas jumlahnya,

2. kerusakan sumber daya alam,

3. keterbatasan kemampuan manusia dalam mengelola sumber daya, dan

4. meningkatnya kebutuhan yang lebih cepat dibandingkan sarana pemuas kebutuhan.


Masalah Dasar Ekonomi Modern

Masalah dasar dalam ekonomi modern adalah permasalahan untuk menjawab tiga pertanyaan:

1. what (apa yang harus diproduksi dan berapa banyak?)

Karena terbatasnya sumber daya, masyarakat harus memutuskan barang apa yang akan diproduksi. Apakah harus memproduksi televisi, obat-obatan, barang-barang modal, atau produk pertanian. Sangat tidak mungkin untuk memproduksi semua alat pemuas kebutuhan. Setelah ditentukan apa yang akan diproduksi, diputuskan juga berapa jumlah yang harus diproduksi.   

2. how (bagaimana cara memproduksinya?)

Ada beberapa faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam memecahkan persoalan bagaimana cara memproduksi:

a. bagaimana memilih kombinasi sumber daya yang digunakan berupa sumber daya alam, manusia, dan modal. Dengan demikian, diperoleh hasil yang optimal dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

b. bagaimana mengelola biaya produksi agar dengan biaya tertentu diperoleh laba maksimum.

c. bagaimana memilih teknik produksi. Apakah menggunakan teknik produksi yang padat karya ataukah padat modal. Setiap teknik memiliki kelebihan tersendiri. Jika menggunakan teknik padat karya, kelebihannya adalah banyak menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi pengangguran. Sementara itu, teknik yang padat modal lebih menekankan penggunaan alat, mesin, dan teknologi canggih sehingga produksi dapat lebih efisien.

3. for whom (untuk siapa barang dan Jasa diproduksi?)

Dalam memecahkan permasalahan for whom, kita perlu mempertimbangkan:

a. siapa pengguna atau pemakai produk yang diproduksi?

b. bagaimana cara distribusi agar barang atau jasa sampai pada konsumen?

Cara Mengatasi Masalah Ekonomi

Masalah mendasar dalam ekonomi adalah masalah menentukan pilihan. Ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan dalam menentukan pilihan:

1. analisis biaya peluang (opportunity cost). Biaya peluang adalah alternatif terbaik yang hilang/dikorbankan ketika kita memilih sebuah pilihan,

2. analisis biaya–manfaat (cost–benefit analysis). Analisis biaya–manfaat adalah suatu teknik yang digunakan untuk membandingkan berbagai biaya dengan manfaat yang akan diperoleh.

3. mempertimbangkan motif/tujuan yang ingin dicapai ketika menentukan sebuah pilihan.

4. berpegang pada prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi adalah sebuah prinsip yang menyatakan bahwa untuk mencapai hasil yang maksimal dibutuhkan sejumlah pengorbanan tertentu. Sebaliknya, dengan pengorbanan yang minimal akan diperoleh sejumlah hasil tertentu.


BIAYA PELUANG

Biaya peluang atau biaya kesempatan (bahasa Inggris: Opportunity Cost) adalah biaya yang dikeluarkan ketika memilih suatu kegiatan. Berbeda dengan biaya sehari-hari, biaya peluang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan.


Ciri-ciri Biaya Peluang

Perhitungan biaya peluang tidak selalu berhubungan dengan uang. Namun bisa berupa waktu, kesenangan, keuntungan yang akan diperoleh kedepannya dan lain-lain.

Memiliki banyak kemungkinan terkait dengan penggunaannya.

Pengambilan keputusan biaya peluang tergantung pada tujuan dan situasi perusahaan/individu.

Biaya peluang biasanya merupakan suatu kebutuhan sekunder atau tersier.


Contoh Biaya Peluang

Perusahaan XYZ memiliki sumberdaya bangunan yang merupakan aset perusahaan. Terdapat dua pilihan terkait bangunan tersebut. Pertama, bangunan tersebut disewakan atau memakai bangunan untuk kegiatan operasional perusahaan. Menurut perhitungan biaya sewa bangunan sekitar Rp300.000.000 per tahun. Jika perusahaan XYZ memilih untuk menyewakan bangunan, maka perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari nilai sewa. Akan tetapi perusahaan akan kehilangan peluang untuk memakai bangunan untuk kegiatan operasional.



CONTOH SOAL :

1. Adanya ketimpangan antara kebutuhan dengan alat pemuas kebutuhan manusia mengakibatkan…. 

a. illith goods

b. full employment

c. scarcity

d. welfare

e. chaos


2. Kebutuhan primer, sekunder dan tersier adalah pengelompokkan kebutuhan menurut….

A. Sifat

B. Subjeknya

C. Waktu

D. Intensitas

E. Memperolehnya

KESIMPULAN:

Pembelajaran tidak terlaksana sepenuhnya. Siswa hanya mengerjakan penugasan dari guru dikarenakan guru menghadiri kegiatan moneva dari dinas pendidikan di.lab 1 kputer sma al azhar 3
















Komentar

Postingan Populer