KELAS 10.5; 10.2; 10.1 & 10.6

Guru                   : Vivi Ratnasari, S.Pd.
Kelas                   : 10.5; 10.2; 10.1 & 10.6
Mata Pelajaran : Ekonomi
Materi Pembelajaran :
JENIS-JENIS KEBUTUHAN 

Capaian Pembelajaran :
1. Pada akhir fase ini peserta didik mampu memahami kelangkaan sebagai inti dari masalah ilmu ekonomi

2. Peserta didik memahami skala prioritas sebagai acuan dalam menentukan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi

Tujuan Pembelajaran :
1. Peserta didik mampu memahami kelangkaan sebagai inti dari masalah ilmu ekonomi

2. Peserta didik memahami skala prioritas sebagai acuan dalam menentukan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi


A. Pengertian Ilmu Ekonomi

Istilah ekonomi pertama kali diungkapkan oleh Xenophon (430—355 SM). Ekonomi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikonomia. Oikonomia terdiri dari dua kata: oikos dan nomos. Oikos artinya ‘rumah tangga’, sedangkan nomos artinya ‘aturan’. Jadi, secara etimologi, ekonomi berarti ilmu yang mengatur rumah tangga.

Seorang ekonom bernama Paul Anthony Samuelson memberikan definisi ilmu ekonomi secara terminologis. Menurutnya, definisi ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang bagaimana orang–orang membuat pilihan dengan atau tanpa penggunaan uang serta sumber daya yang terbatas. 

Berdasarkan definisi di atas, kita dapat ambil intinya:
♦ ilmu ekonomi merupakan suatu studi tentang bagaimana membuat pilihan.
♦ pilihan – pilihan yang dihadapi masyarakat muncul karena adanya keterbatasan sumber daya yang berhadapan dengan kebutuhan.

Tujuan dan Manfaat Mempelajari Ilmu Ekonomi
Tujuan kita mempelajari ilmu ekonomi adalah untuk memenuhi kebutuhan agar tercapai kemakmuran dengan memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting yang disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki.

Sementara itu, manfaat kita mempelajari ilmu ekonomi antara lain
1. membantu individu dan perusahaan dalam membentuk prioritas kebutuhan yang ingin dipenuhi.
2. mempelajari perilaku manusia dalam memanfaatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan.
3. memilih alat pemenuhan kebutuhan yang efektif dan efisien.

B. Kebutuhan Hidup Manusia

Manusia memenuhi kebutuhan untuk kelangsungan hidup. Kebutuhan manusia ini berbeda antarindividu serta sifatnya hampir tidak terbatas. Kebutuhan yang hampir tidak terbatas ini perlu diimbangi dengan alat pemuas kebutuhan yang memadai. Namun, faktanya adalah alat pemuas kebutuhan yang ada bersifat berbeda dan memerlukan pengorbanan ekonomi untuk memperolehnya.

Kebutuhan adalah segala sesuatu yang harus dimiliki oleh manusia untuk bisa bertahan hidup. Jika tidak terpenuhi, hal itu akan mengganggu kelangsungan hidupnya. Contoh kebutuhan adalah makanan, tempat tinggal, pakaian, komunikasi, pendidikan, dan kesehatan. Sementara itu, keinginan adalah segala sesuatu yang ingin dimiliki, namun jika tidak dimiliki, itu tidak akan mengganggu kelangsungan hidupnya. Contoh keinginan adalah makanan yang enak, rumah mewah, mobil baru, dan handphone canggih.

Manusia memiliki kebutuhan yang tidak terbatas dan selalu diberi pilihan untuk memilih kebutuhan mana yang akan dipenuhi terlebih dahulu. Dalam menentukan pilihan, seharusnya manusia memperhatikan jenis kebutuhan yang yang paling mendesak dengan membuat skala prioritas. Skala prioritas merupakan daftar kebutuhan yang tersusun berdasarkan tingkat kepentingan paling mendesak hingga kebutuhan yang dapat ditunda pemenuhannya.
 

1. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kebutuhan  

a. Keadaan Lingkungan Alam

Lingkungan tempat tinggal yang berbeda mengakibatkan perbedaan kebutuhan. Seseorang yang tinggal di wilayah pegunungan cenderung membutuhkan pakaian yang hangat. Sebaliknya, orang yang tinggal di wilayah dengan cuaca panas cenderung membutuhkan pakaian yang lebih tipis.

b. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memengaruhi kebutuhan seseorang. Jika pada tahun 2000-an masyarakat hanya membutuhkan telepon kabel, kemudian dengan perkembangan teknologi masyarakat membutuhkan telepon tanpa kabel, pada perkembangan selanjutnya masyarakat membutuhkan telepon yang dilengkapi dengan kamera. Lalu, pada perkembangan saat ini, telepon tidak hanya menyajikan komunikasi dua arah, tetapi juga dengan beberapa orang sekaligus dalam satu waktu yang sama, bahkan menjadi produk multiguna yang juga bisa digunakan untuk membeli barang, melakukan transaksi pembayaran, dan fotografi dengan hasil maksimal.

c. Adat Istiadat

Indonesia merupakan negara yang kaya akan adat istiadat. Setiap daerah memiliki adat istiadat yang berbeda dengan daerah lain dan itu memengaruhi kebutuhan masyarakatnya.

d. Pendapatan

Besarnya pendapatan seseorang akan berpengaruh terhadap kebutuhannya. Semakin besar pendapatan seseorang, kebutuhannya juga semakin besar. Sebaliknya, seseorang dengan pendapatan rendah akan memiliki kebutuhan yang cenderung lebih sedikit.

f. Kelas Sosial

Seseorang yang memiliki status sosial tinggi di masyarakat akan memiliki kebutuhan yang semakin tinggi pula.

g. Jenis Kelamin

Jenis kelamin memengaruhi kebutuhan individu. Kebutuhan antara laki-laki dan perempuan akan sangat berbeda dalam beberapa hal, misalnya pakaian. Wanita membutuhkan tas, baju, aksesori, sepatu, dan juga riasan wajah untuk bekerja atau sekadar bepergian. Sementara itu, laki-laki memiliki kebutuhan yang lebih simpel, seperti baju, sepatu dan tas.

h. Tingkat Pendidikan

Perbedaan tingkat pendidikan antarindividu akan memengaruhi kebutuhan. Siswa SD membutuhkan buku dan alat tulis untuk belajar dan mengerjakan tugas. Siswa SMA/SMK membutuhkan buku, alat tulis, dan laptop untuk mengerjakan tugas. Hal ini tentu akan berbeda lagi dengan kebutuhan mahasiswa.
 

2. Jenis-Jenis Kebutuhan Manusia

a. Menurut Tingkat Kepentingan (Intensitas Penggunaan)

  1)   Kebutuhan Primer  

    Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yang apabila tidak dipenuhi akan mengancam kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan primer disebut juga kebutuhan utama. Contohnya adalah makan, minum, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

        2)   Kebutuhan Sekunder

     Kebutuhan sekunder termasuk kebutuhan pelengkap karena akan dipenuhi dan diusahakan setelah kebutuhan primer dapat dipenuhi. Kebutuhan sekunder dipenuhi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia agar hidup menjadi lebih baik. Contohnya adalah meja, kursi, radio, TV, kipas angin, dan mesin jahit.

3)   Kebutuhan Tersier    

Kebutuhan tersier disebut kebutuhan ketiga atau kebutuhan kemewahan. Kebutuhan tersier ini biasanya muncul setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Contohnya adalah mobil mewah, jam tangan mewah, dan perhiasan berlian.

 

b. Menurut Waktu Pemenuhan Kebutuhan  

1)   Kebutuhan Sekarang

Kebutuhan yang harus segera dipenuhi saat itu juga dan tidak dapat ditunda pemenuhannya. Jika tidak terpenuhi, itu akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup seseorang. Contohnya adalah obat bagi orang sakit, makan bagi orang lapar, minum bagi orang haus. 

2)   Kebutuhan Masa Mendatang

Kebutuhan yang akan dipenuhi pada masa mendatang, misalnya tabungan untuk dana pendidikan atau tabungan untuk pensiun (hari tua).

3)   Kebutuhan Mendesak

Kebutuhan mendesak merupakan kebutuhan yang terjadi secara tiba-tiba dan sifatnya insidental. Seseorang perlu mempunyai dana darurat untuk digunakan dalam memenuhi kebutuhan yang sifatnya mendesak, misalnya masyarakat yang terkena musibah banjir bandang membutuhkan pertolongan berupa makanan siap makan dan pakaian bersih saat itu juga.

4)   Kebutuhan Sepanjang Waktu

Kebutuhan sepanjang waktu merupakan kebutuhan yang dipenuhi sepanjang waktu sampai seseorang tersebut tidak membutuhkannya lagi, misalnya kebutuhan akan pendidikan karena seseorang terus-menerus belajar sampai akhir hayatnya

 

c. Menurut sifatnya

1)   Kebutuhan Jasmani

Kebutuhan yang pemenuhannya akan memberikan kepuasan kepada badan atau jasmani seseorang, misalnya vitamin, makanan bergizi, baju, celana, dan olahraga.

2)   Kebutuhan Rohani

Kebutuhan yang pemenuhan kebutuhannya akan memberikan kepuasan kepada rohani atau batin seseorang. Kebutuhan ini diperlukan untuk menjaga kesehatan mental dan rohani seseorang. Kebutuhan ini berkaitan dengan jiwa, mental, moral, intelektual, misalnya membaca buku untuk menambah pengetahuan, pendidikan, dan mendengarkan ceramah agama.

 

d. Menurut subjeknya

1)    Kebutuhan Pribadi (Individual)

Kebutuhan pribadi adalah kebutuhan yang bisa dipakai hanya oleh orang seorang (individu). Jika kebutuhan ini terpenuhi, individu tersebut yang merasakan manfaatnya. Kebutuhan setiap individu berbeda-beda, misalnya alat tulis dan baju.

2)    Kebutuhan Kelompok (Sosial)

Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan yang kepuasan dan tujuan pemenuhannya dirasakan oleh kelompok atau golongan masyarakat tertentu. Karena manfaat kebutuhan ini dirasakan oleh semua kelompok, biasanya proses pemenuhannya juga dilakukan secara bersama-sama. Contohnya adalah pembangunan tempat ibadah untuk masyarakat suatu daerah, perbaikan jalan pedesaan, atau pembangunan jembatan penghubung antardesa.

 

3. Alat Pemenuhan Kebutuhan (Barang/Jasa)

a.  Menurut Cara Memperoleh atau berdasarkan Kelangkaan

1)  Barang ekonomi

Barang ekonomi adalah barang yang membutuhkan pengorbanan untuk mendapatkannya. Pengorbanan dapat berupa uang, fisik, waktu, atau pengorbanan lainnya. Misalnya, untuk mendapatkan uang, seseorang harus bekerja dengan pengorbanan fisik dan waktu, sedangkan untuk membeli baju, seseorang mengorbankan uang yang dimilikinya.

2)  Barang bebas

Barang bebas adalah barang sebagai alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya banyak, bahkan tidak terbatas serta tidak perlu pengorbanan untuk memperolehnya. Setiap orang bebas untuk mendapatkan barang ini tanpa batasan tertentu, misalnya udara, sinar matahari, dan air laut.

3)  Barang Illith

Barang illith adalah barang yang ketika jumlah barangnya terbatas dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Di sisi lain, ketika jumlah barang ini berlimpah, justru itu menyebabkan bencana bagi manusia, misalnya api yang jumlahnya terbatas bisa digunakan untuk memasak, sumber penerangan, dan penghangat ruangan. Namun, ketika jumlahnya banyak, justru  api dapat menjadi bencana bagi manusia karena dapat menimbulkan kebakaran.

 

b.  Menurut Hubungannya dengan Barang Lain

1)  Barang substitusi

Barang substitusi adalah alat pemuas kebutuhan yang berfungsi sebagai pengganti barang lainnya dengan syarat barang tersebut memiliki kegunaan sama. Misalnya, nasi dan kentang, keduanya merupakan sumber karbohidrat yang bermanfaat bagi tubuh. Artinya, seseorang yang tidak bisa makan nasi bisa menggantinya dengan kentang

2)  Barang komplementer

Barang komplementer merupakan alat pemuas kebutuhan yang berfungsi sebagai pelengkap barang lainnya. Jika barang lain tidak tersedia, tingkat kepuasan konsumsi barang tersebut mengalami penurunan, misalnya kopi dan gula, handphone dan charger, spidol dengan tinta, mobil dengan bensin.

 

c.  Menurut sifat/wujudnya

1)  Konkret (nyata)

Merupakan barang-barang berwujud, misalnya: makanan, komputer, buku, dan lain-lain

2)  Abstrak (tak berwujud)

Merupakan alat pemenuhan kebutuhan berupa jasa-jasa, seperti: Jasa transportasi, jasa guru, jasa dokter, jasa bengkel dan lain-lain. 

 

d.  Menurut Tujuan Penggunaan

1)  Barang konsumsi

Barang konsumsi sering disebut barang jadi. Barang konsumsi merupakan barang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan secara langsung. Barang konsumsi digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia sehari-hari dan sangat beragam. Misalnya adalah pakaian, makanan, barang elektronik, motor, dan lain-lain.

2)  Barang produksi

Barang produksi adalah barang yang digunakan sebagai alat bantu atau bahan baku untuk menghasilkan barang lain. Barang ini juga disebut barang modal. Contohnya adalah mesin jahit untuk penjahit, mesin fotokopi, kedelai sebagai bahan baku tahu/tempe, cangkul yang dipakai petani dalam proses menanam padi, dan tanah yang digunakan untuk menanam sayuran dan berbagai buah.

 

e.  Menurut Kualitasnya

1)  Barang superior

Barang superior adalah barang-barang yang bermutu tinggi. Jenis barang ini juga bisa disamakan dengan barang mewah.

2)  Barang inferior

Barang inferior adalah barang-barang yang murah atau berkualitas rendah, misalnya makan di warteg bagi orang kaya.

 

f.  Menurut Kesiapan Penggunaan atau Proses Pembuatan

1)  Bahan mentah

Barang mentah sering disebut dengan bahan baku. Barang mentah merupakan barang yang perlu melalui proses produksi sebelum digunakan oleh masyarakat, misalnya kayu gelondongan yang perlu diolah untuk dapat digunakan sebagai meja dan pintu, padi yang perlu diolah menjadi nasi, dan biji kapas yang perlu diolah agar dapat digunakan untuk kecantikan.

2)  Bahan setengah jadi

Barang yang belum dapat dikonsumsi dan masih dalam proses produksi. Misalnya adalah tepung gandum yang masih perlu diproses untuk membuat roti, kayu potong yang perlu diolah untuk menjadi meja dan kursi.

3)  Barang jadi

Barang yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Barang jadi merupakan hasil akhir dari pengolahan barang mentah dan barang setengah jadi, misalnya roti, kapas kemasan, dan meja.

Komentar

Postingan Populer