KELAS 11 IPA 5
Guru : Vivi Ratnasari, S.Pd.
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas : 11 IPA 5
Materi Pelajaran : Presentasi Hasil Diskusi Kelompok dengan materi Kerjasama Ekonomi Internasional
Kompetensi Dasar :
3. 8 Mendeskripsikan kerjasama ekonomi internasional.
4.8 Menyajikan bentuk dan manfaat kerjasama ekonomi internasional
Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran peserta didik dapat :
1. mendeskripsikan kerjasama ekonomi internasional,
2. terampil menyajikan bentuk dan manfaat kerjasama ekonomi internasional serta
3. memiliki perilaku disiplin, bekerjasama, mencintai tanah air dan berintegritas .
A. Pengertian, Latar Belakang, dan Manfaat Kerja Sama Ekonomi Internasional
1. Pengertian Kerja Sama Ekonomi Internasional
Kerja sama ekonomi internasional adalah hubungan antara suatu negara dengan negara lain dalam bidang ekonomi melalui kesepakatan tertentu, termasuk perdagangan, investasi, dan lembaga.
2. Latar Belakang Kerja Sama Ekonomi Internasional
Beberapa faktor yang menyebabkan timbul kerja sama ekonomi internasional:
a. terbatasnya kemampuan suatu negara memproduksi barang/jasa,
b. perbedaan letak geografis, dan
c. perbedaan faktor produksi yang dimiliki setiap negara.
3. Manfaat Kerja Sama Ekonomi Internasional
Manfaat yang diperoleh jika melakukan kerja sama ekonomi:
a mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dalam negeri,
b. meningkatkan produktivitas,
c. memperluas lapangan kerja,
d. memajukan kegiatan perekonomian,
e. mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat persahabatan.
B. Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional
1. Berdasarkan bidangnya
a. Kerja sama ekonomi bidang keuangan, misalnya IMF, IFC, dan Bank Dunia.
b. Kerja sama ekonomi bidang perburuhan, misalnya ILO.
c. Kerja sama ekonomi bidang produksi, misalnya OPEC.
d. Kerja sama ekonomi bidang perdagangan dan tarif, misalnya WTO.
2. Menurut Jumlah Negara Pesertanya
a. Kerja sama ekonomi bilateral, yaitu kerja sama antara dua negara.
b. Kerja sama ekonomi multilateral, yaitu kerja sama antara tiga atau lebih negara.
3. Menurut Letak Geografisnya
a. Kerja sama ekonomi regional, yaitu kerja sama antarnegara dalam satu kawasan yang sama, misalnya ASEAN
b. Kerja sama ekonomi antarregional, yaitu kerja sama antara negara-negara dalam satu kawasan dengan negara-negara kawasan yang lain, misalnya, kerja sama antara ASEAN dengan MEE
c. Kerja sama ekonomi internasional, yaitu kerja sama antara negara-negara di dunia tanpa batas wilayah, misalnya, WTO, ILO, dan UNDP.
C. Lembaga-Lembaga Kerja Sama Ekonomi Internasional
1. Association of South East Asian Nations (ASEAN).
ASEAN berdiri tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Pada saat itu jumlah anggotanya 5 negara. Hingga kini, jumlah anggota ASEAN ada 10 negara. Tujuan didirikan ASEAN antara lain:
a. mempercepat pertumbuhan ekonomi,
b. memelihara dan memajukan perdamaian serta stabilitas regional,
c. menyediakan bantuan pelatihan dan penelitian kepada negara anggota di bidang pendidikan, teknik, dan profesi,bekerja sama di bidang pertanian dan industri, dan
d. memajukan pendidikan di Asia Tenggara.
Bentuk kerja sama ASEAN diuraikan di bawah ini.
1. Pembangunan proyek-proyek ASEAN.
a. Asean Free Trade Area (AFTA), yaitu kerja sama untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan yang bebas dari hambatan perdagangan.
b. Asean Economy Community/AEC (Masyarakat Ekonomi Asean/MEA), yaitu kerja sama untuk mewujudkan ASEAN menjadi kawasan yang makmur. stabil, dan sangat bersaing dalam perkembangan ekonomi dunia. Selain itu, MEA bertujuan untuk mengurangi kesenjangan dan kemiskinan sosial ekonomi di negara-negara ASEAN.
2. Masyarakat Ekonomi Eropa atau Uni Eropa (MEE/EU).
Pada awalnya, organisasi ini bernama European Economy Community atau Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE/EEC). Saat ini organisasi itu bernama Uni Eropa atau European Union (UE/EU). MEE merupakan organisasi regional benua Eropa pertama yang dibentuk di Roma pada tanggal 25 Maret 1957.
Pada tanggal 1 November 1993, MEE berubah nama menjadi Uni Eropa. Tujuan organisasi ini adalah untuk menghilangkan hambatan perdagangan secara bertahap di negara-negara Eropa dan terciptanya perdagangan bebas. Pada tanggal 1 Juni 1999 diluncurkan mata uang tunggal, yaitu Euro, dan berlaku di seluruh negara anggota EU.
3. European Free Trade Area (EFTA).
EFTA merupakan asosiasi perdagangan di antara negara-negara Eropa. Anggota EFTA adalah antara lain Austria, Islandia, Norwegia, Portugal, dan Swiss.
4. United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD).
UNCTAD merupakan salah satu badan PBB yang kegiatannya bergerak di bidang perdagangan dan pembangunan. Keanggotaan negara-negara UNCTAD dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Negara Utara mencakup negara-negara industri, dan Negara Selatan mencakup negara-negara penghasil bahan mentah.
5. Islamic Development Bank (IDB).
IDB merupakan lembaga keuangan internasional yang bertujuan membantu dan menggalakkan pembangunan ekonomi sosial negara-negara anggota dan masyarakat Islam dengan cara memberikan pinjaman dengan syarat-syarat lunak. IDB didirikan tanggal 20 Oktober 1975. Organisasi ini dirintis oleh negara-negara yang tergabung di dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).
6. Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).
APEC merupakan wadah kerja sama ekonomi regional negara-negara kawasan Asia dan Pasifik. Anggota APEC adalah antara lain Amerika Serikat, Kanada, Chili, Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Taiwan, Tiongkok, Thailand, Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Papua Nugini, Selandia Baru, dan Australia.
7. North American Free Trade Area (NAFTA)
NAFTA adalah organisasi kerja sama regional kawasan Amerika Utara yang beranggotakan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tujuan NAFTA adalah membuat persetujuan perjanjian perdagangan internasional yang meiiputi bidang perbankan dan sektor keamanan serta memberikan hak perdagangan bebas dan kepemilikan bank dan lembaga keuangan lainnya kepada negara anggotanya.
8. Organization of Petrolium Exporting Countries (OPEC).
Organisasi ini berdiri atas prakarsa negara Irak, Iran, Arab Saudi, Kuwait, dan Venezuela. Tujuan OPEC:
a. memberikan perlindungan harga minyak di pasar dunia,
b. menghindarkan persaingan di antara negara anggota opec,
c menyediakan kebutuhan minyak dunia, dan
d. menghimpun negara-negara penghasil dan pengekspor minyak.
9. Asian Development Bank (ADB).
ADB didirikan dengan tujuan untuk memberikan pinjaman dana dan bantuan teknik kepada negara-negara yang sedang membangun. Anggota ADB adalah negara-negara Asia termasuk Pasifik selatan.
10. International Monetary Fund (IMF).
IMF adalah organisasi negara-negara yang bergerak di bidang keuangan (moneter). IMF lahir setelah adanya Konferensi Bretton Woods di tahun 1944. Tujuan didirikannya IMF adalah antara lain:
a. menjadi pusat pertemuan dan perundingan untuk mencapai kerja sama internasional,
b. membantu memperluas perdagangan internasional,
c. mengusahakan tercapainya kestabilan kurs valuta asing, dan
d. membantu negara-negara anggota dalam mengatasi ketidakseimbangan neraca pembayaran luar negeri.
11. International Finance Corporation (IFC).
IFC merupakan bagian dari Bank Dunia yang bertugas memberikan bantuan modal kepada pengusaha-pengusaha swasta yang dijamin oleh pemerintahannya, serta membantu menyalurkan investasi luar negeri ke negara-negara yang sedang berkembang. IFC berdiri tanggal 24 Juli 1956.
12. Perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nations (PBB/UN)
Di dalam PBB terdapat organisasi-organisasi yang terkait kerja sama internasional, antara lain UNDP, ECOSOC, ILO, WTO, UNIDO, FAO, dan IBRD.

Komentar
Posting Komentar