KELAS 11 IPA 5
Guru : Vivi Ratnasari, S.Pd.
Kelas : 11 IPA 5
Mata Pelajaran : Ekonomi Lintas Minat
Materi Pembelajaran : Perdagangan Internasional
Kompetensi Dasar :
3.9 Menganalisis konsep dan kebijakan perdagangan internasional
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran peserta didik dapat:
1. menganalisis konsep dan kebijakan perdagangan internasional
2. menyajikan hasil analisis dampak kebijakan perdagangan internasional dengan penuh tanggung jawab, bekerja keras dan bekerja sama.
A. Perdagangan Internasional
1. Pengertian Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional adalah suatu proses jual beli (pertukaran) barang dan jasa yang terjadi antara dua negara atau lebih. Perdagangan dapat juga diartikan sebagai pertukaran barang/jasa yang dilakukan oleh penduduk dalam negeri dengan penduduk luar negeri.
2. Manfaat Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional memiliki manfaat:
1. memperoleh devisa
2. harga barang/jasa menjadi lebih stabil
3. kesempatan kerja lebih terbuka
4. kualitas konsumsi meningkat
5. kemajuan teknologi
3. Teori Perdagangan Internasional
a. Teori Keunggulan Mutlak (Absolut Advantage)
Teori keunggulan mutlak pertama kali dikemukakan oleh Adam Smith. Dalam teori ini dinyatakan bahwa perdagangan antara dua negara dapat dilakukan apabila setiap negara memiliki keunggulan secara mutlak pada produk tertentu. Hal ini berarti bahwa setiap negara akan melakukan spesialisasi pada produk tertentu yang biaya produksinya lebih murah dibandingkan dengan negara lain.
b. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)
Teori keunggulan komparatif dikemukakan oleh David Ricardo sebagai pengembangan dari teori keunggulan mutlak. Dalam teori ini, dinyatakan bahwa perdagangan antara dua negara dapat dilakukan apabila setiap negara memiliki keunggulan secara komparatif pada produk tertentu. Hal ini berarti bahwa setiap negara akan melakukan spesialisasi pada produk tertentu yang biaya peluangnya lebih rendah dibandingkan dengan negara lain.
4. Faktor Pendorong dan Penghambat Perdagangan Internasional
Faktor pendorong terjadinya perdagangan internasional:
a. efisiensi biaya
b. perbedaan SDA
c. perbedaan SDM
d. selera konsumen
e. perbedaan teknologi
Sementara itu, faktor penghambat perdagangan internasional:
a. perbedaan mata uang
b. keamanan suatu negara
c. konflik antarnegara
d. kebijakan proteksionisme
5. Kebijakan Proteksionisme
Kebijakan proteksionisme perdagangan internasional adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi produsen/industri dalam negeri/domestik. Kebijakan proteksionisme terdiri atas:
a. tariff, yakni bea masuk/pajak untuk barang yang diimpor
b. kuota impor, yakni pembatasan jumlah barang yang diimpor
c. subsidi ekspor, yakni bantuan pemerintah untuk produsen komoditas ekspor
d. larangan impor, yakni kebijakan melarang jenis barang impor tertentu
e. dumping, yakni kebijakan menjual barang ke luar negeri dengan harga yang lebih murah daripada di dalam negeri sendiri
B. Neraca Pembayaran (Balance of Payment)
1. Pengertian Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah catatan sistematis tentang transaksi ekonomi internasional antara penduduk suatu negara dengan negara lain dalam jangka waktu satu tahun.
2. Komponen Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran terdiri atas:
a. neraca transaksi berjalan (current account):
1. neraca perdagangan yang berisi transaksi ekspor-impor barang
2. neraca jasa yang berisi transaksi jasa dan hasil modal, seperti bunga dan deviden
3. neraca unilateral yang berisi transaksi satu arah (nonbalas jasa), seperti bantuan luar negeri.
b. neraca modal (capital account), berisi transaksi:
1. utang luar negeri
2. tabungan luar negeri
3. investasi penanaman modal luar negeri
c. neraca lalu lintas moneter (monetary account), berisi transaksi arus devisa yang masuk dan keluar.
3. Cara dan Alat Pembayaran Internasional
Ada beberapa cara pembayaran internasional:
a. Pembayaran tunai, yakni pembayaran yang dilakukan jika eksportir dan importir belum saling mengenal atau belum saling percaya.
b. Open Account, yakni pembayaran yang dilakukan oleh importir setelah importir menerima barang yang dikirim oleh eksportir.
c. Private compensation, yakni tukar utang-piutang yang dilakukan oleh empat pihak yang sudah saling mengenal.
d. Letter of Credit (L/C), yakni surat yang diterbitkan oleh bank atas permohonan kredit yang diajukan importir kepada bank—dalam hal ini bank bersedia untuk membayar wesel yang ditarik oleh eksportir.
Sementara itu, alat pembayaran internasional terdiri atas:
a. valuta asing (valas), yaitu mata uang negara asing tujuan kita melakukan transaksi, misalnya dolar, yen, dan yuan
b. emas batangan, yaitu yang biasa disebut juga emas moneter
c. counter trade, yaitu barang komoditas yang diekspor dengan imbalan barang yang diimpor (pola seperti ini biasa juga disebut barter)
d. commercial bill of exchange (wesel), yaitu surat perintah pembayaran tanpa syarat dari importir kepada eksportir
e. traveller Cheque/TC (cek perjalanan), yaitu cek yang diterbitkan oleh bank, dalam hal ini TC dapat dicairkan di bank perwakilan di luar negeri
C. Nilai Tukar (Exchange Rate) Mata Uang
1. Pengertian Nilai Tukar Mata Uang
Nilai tukar (kurs) mata uang adalah perbandingan nilai mata uang domestik apabila ditukarkan dengan mata uang asing.
2. Sistem Kurs
Sistem kurs terdiri dari sistem:
a. Kurs tetap (fixed exchange rate). Dalam sistem ini, nilai kurs mata uang domestik terhadap mata uang asing diusahakan agar selalu tetap. Pemerintah harus memiliki banyak cadangan devisa untuk melakukan intervensi dalam pasar uang demi menjaga kestabilan kurs.
b. Kurs mengambang (floating exchange rate) yang terdiri atas:
c. kurs mengambang bebas (free floating eschange rate), atau biasa disingkat kurs bebas. Dalam sistem ini, nilai kurs dibiarkan berfluktuasi sesuai dengan permintaan dan penawaran mata uang tanpa ada campur tangan pemerintah sama sekali.
d. kurs mengambang terkendali (managed floating exchange rate). Dalam sistem ini, nilai kurs dibiarkan berfluktuasi sampai dengan ambang batas tertentu. Jika nilai kurs sudah mendekati ambang batas, pemerintah melakukan intervensi di pasar uang.
3. Pengaruh Kurs terhadap Neraca Pembayaran
Perubahan nilai kurs mata uang dapat memengaruhi neraca pembayaran. Pengaruh tersebut seperti dijelaskan di bawah ini.
Jika rupiah mengalami depresiasi dan/atau devaluasi, harga barang ekspor menjadi relatif lebih murah daripada barang impor. Akibatnya, kuantitas ekspor meningkat dan kuantitas impor menurun sehingga neraca pembayaran membaik.
Jika rupiah mengalami apresiasi dan/atau revaluasi, harga barang ekspor menjadi relatif lebih mahal daripada barang impor. Akibatnya, kuantitas ekspor menurun dan kuantitas impor meningkat sehingga neraca pembayaran memburuk.
4. Pengaruh Neraca Perdagangan terhadap Nilai Kurs
Kondisi neraca perdagangan dapat memengaruhi perubahan nilai kurs mata uang rupiah. Pengaruh tersebut seperti dijelaskan di bawah ini.
Jika neraca perdagangan surplus (ekspor lebih besar daripada impor), permintaan terhadap mata uang rupiah meningkat dan permintaan terhadap mata uang asing menurun sehingga rupiah menguat (apresiasi) dan mata uang asing melemah (depresiasi).
Jika neraca perdagangan defisit (ekspor lebih kecil daripada impor), permintaan terhadap mata uang rupiah menurun dan permintaan terhadap mata uang asing meningkat sehingga rupiah menjadi melemah (depresiasi) dan mata uang asing menguat (apresiasi).

Komentar
Posting Komentar