KELAS 11 IPS 1

Guru : Vivi Ratnasari, S.Pd

Mata Pelajaran : PKWU

Kelas : 11 IPS 1

Materi Pelajaran : Makanan khas daerah berbahan dasar nabati dan hewani


Kompetensi Dasar :

3.31 Mengenalisis system pengolahan makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

4.31 Mengolah makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan pangan nabati dan hewani berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.


Tujuan Pembelajaran :


• Siswa dapat membuat perencanaan praktik

• Siswa dapat menganalisis Teknik promosi

• Siswa dapat menghitung harga jual produk yang dibuat

• Menganalisis bahan dan bentuk untuk melakukan modifikasi makanan khas daerah

• Melakukan pengolahan modifikasi makanan khas daerah dari bahan nabati dan hewani

• Siswa dapat menyajikan produk makanan khas daerah

• Siswa dapat menganalisis hasil produksi makanan khas daerah yang dimodifikasi dari rasa, nilai gizi dan tampilan penyajian serta simpulan laporan di upload dalam berbagai bentuk media



A. Perencanaan Usaha Makanan Khas Daerah

1. Ide dan Peluang Usaha Makanan Khas Daerah

Peluang  usaha  makanan  khas  daerah  merupakan  kesempatan  yang  muncul dan menjadi inspirasi (ide) bagi seseorang dalam melakukan usaha kuliner makanan khas daerah.

Dalam  menciptakan  peluang  usaha  pengolahan  makanan  khas  daerah  banyak  faktor yang mempengaruhinya, diantaranya :

a. Ide Usaha

Beberapa faktor yang dapat memunculkan ide usaha adalah:

1. Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri, antara lain :

1) Pengetahuan yang dimiliki;

2) Pengalaman yang pernah dilalui;

3) Kemampuan  untuk  melihat  dan  menjadikan  pengalaman  orang  lain sebagai pelajaran;

4) Intuisi  yang  merupakan  pemikiran  yang  muncul  dari  individu  itu  sendiri.


Faktor   internal   seseorang   dapat   dapat   menimbulkan   kreatifitas   yang  menjadi  ide  dalam  menciptakan  suatu  inspirasi  produk  untuk  memanfaatkan alam sekitarnya agar menjadi peluang usaha.


2. Faktor eksternal, yaitu hal – hal yang dihadapi seseorang dan merupakan objek untuk mendapatkan sebuah inspirasi bisnis, antara lain:  

1) Masalah yang dihadapi dan belum terpecahkan;

2) Kesulitan yang dihadapi sehari–hari.

3 )Kebutuhan  yang  belum  terpenuhi  baik  untuk  dirinya  maupun  orang lain;

4) Pemikiran yang besar untuk menciptakan sesuatu yang baru.


b. Risiko Usaha

Resiko    usaha    yaitu    kegagalan    atau    ketidak    berhasilan    dalam    menangkap  peluang  usaha.  Dalam  usaha  makanan  khas  daerah,  resiko  untuk  mengalami  kerugian  bahkan  kebangkrutan  terbuka  lebar.  Oleh  karena  itu  sebelum  memulai  usaha,  kita  harus  menganalisa  risiko  yang  ada. Risiko usaha dapat ditimbulkan karena :

1) Permintaan (perubahan mode, selera, dan daya beli)

2) Perubahan kongjungtur   (perubahan   kondidi   perekonomian   yang   pasang surut)

3) Persaingan 

4) Akibat  lain,  seperti  :  bencana  alam,  perubahan  aturan,  perubahan  teknologi, dan lain-lain.


Namun  sesungguhnya  ada  berapa  unsur  yang  dapat  dilakukan  dalam  mengurangi risiko usaha yaitu :

1) Adanya kesadaran dalam kemampuan mengelolah usaha, peluang, dan kekuatan perusahaan

2) Adanya  keinginan  kuat  untuk  berprestasi,  dorongan  berinisiatif,  dan  motivasi untuk melaksanakan strategi usaha.

3) Adanya   kemampuan   merencanakan   strategi   untuk   mewujudkan   perubahan di dalam lingkungan usahanya.

4) Adanya  kreativitas  dan  inovatif  dalam  menerapkan  cara  mengolah  modal usaha untuk memperoleh keuntungan


Selain unsur-unsur tersebut di atas kemampuan seorang wirausawan dalam  pengambilan  resiko  dapat  meminimalisir  risiko  usaha  tersebut.  Tugas  seorang  wirausaha  di  dalam  pengambilan  risiko  adalah  sebagai  berikut :

1) Menetapkan kebutuhan pada tingkat permintaan waktu sekarang

2 )Membeli alat-alat produksi yang cukup untuk memenuhi permintaan konsumen

3) Menyewakan    alat-alat    produksi    untuk    memenuhi    permintaan    konsumen

4) Memberikan kepercayaan kepada pembuat produk yang lebih kecil

5) Mengumpulkan informasi usaha

6) Mengurangi resiko usaha


Dalam melakukan usaha, sebaiknya kita memiliki etika bisnis yang sesuai dengan aturan agama yang berdasarkan iman kepada Tuhan YME sebagai tanda syukur atas nikmat yang diberikan. Selain itu, usaha tidak hanya mengejar keuntungan saja, tetapi juga harus memberikan dampak yang positif bagi lingkungan sekitar.


c. Keberhasilan  dan  Kegagalan  Dalam  Berwirausaha  Pengolahan  Makanan  Khas Daerah

Dalam  melakukan  usaha  ada  dua  kemungkinan  yang  dapat  terjadi  yaitu  kegagalan dan keberhasilan. Setiap orang pada umumnya tidak mau menerima kegagalan. Hanya sedikit orang yang mau memahami bahwa sesungguhnya kegagalan  itu  hanya  sementara  saja  karena  kegagalan  merupakan  awal  dari  keberhasilan.  Jika  seseorang mempunyai  mental  dan  pribadi  wirausaha,  dia  tidak  akan  putus  asa  bila  mengalami  kegagalan.  Ia  akan  berusaha  bangkit  lagi  sampai  ia  berhasil  memperoleh  apa  yang  menjadi  harapannya.  Seorang wirausahawan   yang  tangguh   akan   menggunakan kegagalannya   sebagai  pengalaman  dan tidak  akan mengulangi kegagalan serupa. Demikian pula dengan  keberhasilan. Jangan sampai keberhasilan yang diperoleh membuat kita   terlena  sehingga   tidak mau lagi melakukan inovasi-inovasi untuk  meningkatkan keberhasilan usaha.


Terdapat banyak faktor yang menyebabkan seorang  wirausahawan  itu dikatakan berhasil atau gagal. Sebagai     seorang wirausahan, keberhasilan dan   kegagalan   merupakan   dua   sisi  mata  uang,  ini  berarti  bahwa  sewaktu-waktu ia dapat mencapai hasil  yang  baik, tetapi di waktu  yang   lain   ia  kurang   berhasil. Untuk   itu   perlu   diidentifikasi   faktor apa saja yang menyebabkan ia gagal atau berhasil.


Keberhasilan     seorang     wirausaha     dalam     menjalankan     usahanya     dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya sebagai berikut :

1) Keyakinan yang kuat dalam berusaha

2) Sikap mental yang positif dalam berusaha

3) Percaya diri dan keyakinan terhadap diri sendiri

4) Tingkah laku yang bertanggungjawab

5) Inovatif dan kreatif

6) Keunggulan dalam menjalankan usaha

7) Sasaran yang tepat dalam memulai usaha

8)Pengelolaan waktu yang efektif dan efisien

9) Pengembangan diri

10) Selalu mengadakan evaluasi atas usaha yang dijalankan


Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan kegagalan usaha adalah sebagai berikut:

1) Tidak ada tujuan tertentu dalam usaha

2) Kurang berambisi

3) Tidak disiplin

4) Pendidikan yang tidak cukup

5) Sikap selalu menunda-nunda

6) Kesehatan terganggu

7) Kurang tekun

8)Kepribadian yang negatif

9) Tidak jujur

10) Tidak dapat bekerjasama dengan orang lain


Selanjutnya   faktor   non   teknis   yang   menentukan   keberhasilan   atau   kegagalan suatu usaha makanan khas daerah diantaranya:


1) Perencanaan  :  Usaha  makanan  khas  daerah  harus  dibuat  dengan  perencanaan yang sangat matang. Rencanakan jenis makanan, lokasi usaha, penyedia bahan makanan, alat yang dibutuhkan, dan lain-lain. 

2) Menetapkan tujuan: Tujuan pengolahan makanan khas daerah harus jelas,  apakah  usaha  makanan  khas  daerah  yang  dilakukan  hanya  untuk hobi atau untuk mendapatkan profit (keuntungan). 

3) Adaptasi:  Tantangan  dan  persaingan  dalam  bisnis  usaha  makanan  tidak  ada  habisnya.  Oleh  karena  itu  diperlukan  kemampuan  untuk  beradaptasi   dalam   mengatasi   tantangan-tantangan.   Kemampuan   seorang    wirausahawan    dalam    menghadapi    tantangan    dapat    menentukan apakan usaha bisa bertahan atau tidak.

4) Inovasi  merupakan  faktor  yang  sangat  penting  bagi  keberlanjutan  usaha  makanan  khas  daerah.  Seorang  wirausawan  makanan  khas  daerah  harus  terus-menerus  fokus  untuk  selalu  melakukan  inovasi  dan peningkatan mutu agar pelanggan selalu merasa terikat dengan usaha  makanan  yang  dirintis  baik  dalam  hal  rasa,  bentuk  maupun  pelayanan. 

5) Memasarkan   merupakan   kunci   keberhasilan   suatu   usaha   tidak   terkecuali usaha  makanan khas daerah. Walaupun produk makanan khas daerah yang kita hasilkan memiliki cita rasa yang enak dengan kualitas  yang  prima,  namun  jika  pemasaran  terhadap  barang  yang  kita produksi buruk maka usaha yang kita jalani tidak akan berlanjut.

6) Jangan  mengeluh  dan  jangan  menyerah  merupakan  kunci  utama  suatu usaha.


d. Pemetaan Peluang Usaha

Ancaman dan peluang akan selalu ada dari suatu usaha, oleh sebab itu penting untuk melihat dan memantau perubahan lingkungan yang terjadi dan kemampuan dalam beradaptasi dari suatu usaha agar bisa tumbuh dan bertahan  dalam  ketatnya  persaingan.  Oleh  karena  itu  sebelum  melakukan  usaha,  seorang  wirausahawan  harus  melakukan  pemetaan  peluang  usaha.


Pemetaan  peluang  usaha  dilakukan  untuk  menemukan  peluang  usaha  dengan  memanfaatkan  potensi  yang  ada.  Pemetaan  usaha  juga  dilakukan  untuk mengetahui seberapa besar potensi usaha yang ada dan berapa lama suatu usaha dapat bertahan.Pemetaan potensi usaha dapat didasarkan pada sektor unggulan daerah demi  mendorong  pertumbuhan  ekonomi  daerah  dengan  mengedepankan  kewilayahan  dan  pemerataan.  Terdapat  beberapa  cara  atau  metode  dalam  melakuan pemetaan potensi usaha, baik secara kuantitaif maupun kualitatif diantaranya adalah dengan melakukan analisa SWOT

Analisa SWOT adalah suatu analisa terhadap lingkungan internal dan eksternal  wirausaha/perusahaan,  dimana  analisa  internal  lebih  menitik-beratkan  pada  Kekuatan  (strenght)  dan  Kelemahan  (weakness),  sedangkan  analisa eksternal untuk menggali dan mengidentifikasi semua gejala peluang (opportunity)  yang  ada  dan  yang  akan  datang  serta  ancaman  (threat)  dari  adanya/kemungkinan adanya pesaing/calon pesaing.


Contoh analisis SWOT  pada makanan khas daerah (rendang). Rendang merupakan  salah  satu  jenis  makanan  yang  diminati  oleh  hampir  seluruh  lapisan masyarakat sehingga peluang usaha sangat terbuka bagi para pelaku usaha pembuatan rendang. Dengan tingkat konsumsi yang tinggi, antara lain hampir  sebagian  besar  masyarat  Indonesia  menggunakan  menu  rendang  untuk acara pesta maupun untuk dikonsumsi sehari-hari berdampak secara langsung kepada upaya pemenuhan kebutuhan makanan bagi masyarakat.Kondisi ini membuat pedagang rendang tidak membutuhkan usaha khusus untuk  memasarkan  produknya.  Pembeli  akan  datang  langsung  ke  tempat  pedagang  rendangbaik  yang  di  rumah  makan  maupun  di  rumah  dalam  bentuk usaha catering.


Analisis SWOT didahului oleh proses identifikasi faktor eksternal dan internal. Untuk menentukan strategi yang terbaik, dilakukan pembobotan terhadap   tiap   unsur   SWOT   berdasarkan   tingkat   kepentingan.Analisis   SWOT   dilakukan   dengan   mewawancarai   pedangang   rendang   dengan   menggunakan  kuisioner.Hal-hal  yang  perlu  diwawancarai  seperti  aspek  sosial,  ekonomi,  dan  teknik  pembuatan  rendang  untuk  mengidentifikasi  faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan usaha. Hasil contoh studi kasus analisis SWOT untuk usaha pembuatan rendang sebagai berikut :


1) Analisis Kekuatan (Strenght)

a) Rendang  merupakan  salah  satu  jenis  makanan  yang  disukai  oleh  seluruh lapisan masyarakat Indonesia;

b) Harga jual bersaing;

c) Bahan-bahan untuk pembutan rendang mudah dicari.


Hal yang perlu dilakukan setelah analisis:

a) Terus mempertahankan kualitas rasa, jangan sampai berubah;

b) Usahakan terus untuk mempertahankan harga;

c) Semakin  menonjolkan  keuggulan  rendang  yang  akan  dipasarkan  tidak menggunakan bahan pengawet dan dijamin sehat.

2) Analisis Kelemahan (We a k n e s s)

a) Harga bahan-bahan seringkali tidak stabil.

b) Daging sapi seringkali dicampur dengan jenis daging lain.


Hal yang perlu dilakukan setelah analisis

a) Tonjolkan  pada  bentuk  rasa  sehingga  walaupun  porsinya  tidak  besar,  tetapi  karena  harganya  murah  makan  akan  tetap  memiliki  daya tarik bagi pembeli;

b) Telitilah dalam membeli daging. Kenali bentuk daging sapi asli dan daging  lain  (misalnya  babi)  dan  bentuk  daging  sapi  yang  sudah  dicampur dengan daging yang lain.

3) Analisis Kesempatan (Opportunity)

a) Dapat melayani pesanan pesta atau catering;

b) Dapat   membuka   warung   makan/restoran   dengan   menu   khas   rendang yang lezat.


Hal yang dapat dilakukan setelah analisis:

a) Menyiiapkan  dan  mulai  menawarkan  rendang  pada  pelanggan  yang  membutuhkan  baik  untuk  pesta,  event  tertentu  maupun  untuk makanan sehari-hari. Mulailah membuat rencana pemasaran rendang dari rumah ke rumah atau melalui jasa online

b) Mulai  membuat  rencana  untuk  membuka  warung  atau  rumah  makan yang membuat menu rendang.


4) Analisis Ancaman (Threat)

a) Semakin banyak pesaing muncul bila rendang buatan kita disukai konsumen.

b) Kemungkinan  harga  pesaing  lebih  murah  dari  harga  yang  kita  tawarkan.


Hal yang dapat dilakukan setelah analisis :

a) Menjaga   kualitas   rendang   yang   kita   buat   sehingga   pelanggan   tetap  akan  datang  ke  tempat  usaha  makanan  kita  dan  tidak  akan  berpaling dengan usaha makanan rendang yang lain. 

b) Jangan terlalu cepat menaikkan harga jual ketika harga bahan baku (daging)  sedang  naik  di  pasaran.  Kita  dapat  tetap  menggunakan  harga  lama  dengan  kualitas  rasa  yang  tetap  namun  dengan  porsi  yang lebih diperkecil.


Hasil studi analisis SWOT untuk usaha pembuatan rendang diurutkan berdasarkan    tingkatan    nilai    tertinggi.Analisis    SWOT    berupa    hasil    perhitungan nilai tertimbang faktor internal dan eksternal, yaitu perhitungan S – W sebagai sumbu horizontal yang merupakan hasil pengurangan antara kekuatan  –  kelemahan  dari  faktor  internal  dan  perhitungan  nilai  O  –  T  sebagai  sumbu  vertikal,  yaitu  peluang  dikurangi  ancaman  menghasilkan  strategi yang tepat dalam pengembangan usaha pembuatan rendang. Data tersebut dan setelah dilakukan analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha pembuatan  rendang  memiliki  peluang  yang  lebih  besar  dibandingkan  dengan ancaman.


Strategi yang dapat diterapkan, yaitu sebagai berikut:

1) Memanfaatkan    sumberdaya    manusia    secara    optimal    untuk    meningkatkan  kualitas  masakan  sehingga  memenuhi  kebutuhan  dan selera pembeli.

2) Meningkatkan kualitas rasa dan tampilan pengemasan.


2. Sumber daya yang Dibutuhkan dalam Usaha Makanan Khas Daerah

Indonesia  adalah  negara  yang  memiliki  kekayaan  kuliner  sangat  luar  biasa  baik  ragam maupun cita rasanya. Hampir semua daerah di Indonesia memiliki makanan khas.  Dari  yang  diolah  secara  tradisional  hingga  modern.  Bahkan  berbagai  varian  baru  muncul  sebagai  hasil  eksperimen  dan  modifikasi.  Makanan  khas  daerah  tersebut menggunakan bahan pangan nabati dan hewani yang menjadi potensi dan unggulan  daerah.  Beberapa  daerah  bahkan  memiliki  lebih  dari  satu  makanan  khas.  Sebagai contoh Jawa Barat dengan bahan baku utama singkong, diolah makanan yang menjadi makanan khas daerah berupa tape, suwar-suwir (dodol tape), proll tape dan juga  brownis  tape.  Rasanya  pun  sangat  variatif.  Hal  itu  menunjukkan  bahwa  usaha  makanan  khas  daerah  memanfaatkan  sumber  daya  alam.  Namun  untuk  membuat  sebuah  produk  makanan  khas  daerah,  bukan  hanya  sumber  daya  alam  saja  yang  dibutuhkan.  Sumber  daya  yang  dibutuhkan  untuk  membuat  usaha  makanan  khas  daerah adalah :


a. Man (manusia)

Dalam  sebuah  kegiatan  usaha,  manusia  adalah  faktor  paling  penting.  Sebab  manusia  adalah  pelaku  yang  melaksanakan  proses  kerja  untuk  mencapai  tujuan yang diinginkan. Sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam usaha makanan khas daerah berupa tenaga kerja terdidik dan terlatih.


b. Money (uang)

Uang dibutuhkan untuk membiayai semua kebutuhan yang diperlukan selama proses  produksi.  Seperti  untuk  membiayai  pembelian  bahan  baku  yang  akan  diolah, perawatan mesin produksi  dan menggaji para karyawan.


c. Material (bahan)

Material adalah bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses produksi sebuah usaha. Material terdiri dari bahan mentah, bahan setengah jadi dan bahan jadi.Biasanya  untuk  membuat  makanan  khas  daerah  digunakan  bahan  mentah  untuk kemudian diolah menjadi bahan jadi untuk dijual.


d. Machine (peralatan)Machine(mesin) adalah salah satu sarana yang sangat diperlukan dalam sebuah proses produksi. Saat ini seiring dengan berkembangnya zaman dan teknologi yang  semakin  canggih,  alat-alat  yang  mendukung  proses  produksi  pun  juga  turut  menjadi  lebih  canggih,  sehingga  dapat  menghemat  biaya  dan  tenaga  bahkan dapat membuat bentuk dan tampilan produk menjadi lebih bagus.


e. Method (cara kerja)

Metode adalah penetapan kerja atau tips-tips untuk tercapainya tujuan dalam sebuah  proses  produksi.  Seorang  wirausahawan  harus  memiliki  pengetahuan  tentang  cara  kerja  pembuatan  suatu  produk  makanan  khas  daerah  untuk  menghasilkan   produk   yang   baik   sehingga   produk   yang   dihasilkan   lebih   memuaskan.


f. Market (pasar)

Pemasaran   menjadi   tujuan   akhir   dari   produksi   makanan   khas   daerah.   Pemasaran  merupakan  hal  yang  sangat  penting  karena  apabila  pemasaran  tidak berjalan lancar, modal produksi tidak akan kembali dan proses produksi terpaksa akan dihentikan. Jika proses produksi dihentikan maka wirausahawan akan kehilangan pekerjaannya. Oleh karena itu seorang wirausahawan ditutut untuk  memiliki  pengetahuan  tentang  bagaimana  cara  memasarkan  suatu  produk  sehingga  produk  yang  dihasilkan  dengan  mudah  dapat  dikenal  olah  konsumen.


g. Information (Informasi)

Proses  produksi  tidak  akan  berkembang  dengan  sempurna  jika  didukung  oleh  informasi  yang  baik  dari  orang  yang  lebih  berpengalaman  maupun  dari  berbagai media, seperti internet, buku, majalah maupun koran.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer