KELAS 12 IPS 3 & 12 IPA 5
Guru : Vivi Ratnasari, S.Pd
Mata Pelajaran : PKWU
Kelas 12 IPS 3 & 12 IPA 5
Materi Pelajaran : Makanan Fungsional
Kompetensi Dasar :
3.36 Menganalisis sistem pengolahan makanan fungsional berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
4.36 Mengolah/membuat makanan fungsional berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat
1. Jenis dan Karakteristik Bahan Makanan Fungsional
Definisi pangan fungsional menurut Badan POM adalah pangan yang secara alamiah
maupun telah melalui proses, mengandung satu atau lebih senyawa yang berdasarkan
kajian-kajian ilmiah dianggap mempunyai fungsi fisiologis tertentu yang bermanfaat bagi kesehatan. Serta dikonsumsi sebagaimana layaknya makanan atau minuman, mempunyai karakteristik sensori berupa penampakan, warna, tekstur dan cita rasa yang dapat diterima oleh konsumen.
Jepang merupakan negara pertama yang mengembangkan makanan fungsional serta membuat peraturan dan prosedur registrasi terhadap Foods for Specified Health Use (FOSHU).
Menurut para ilmuwan negeri matahari terbit itu, suatu produk pangan dapat dikategorikan sebagai makanan fungsional bila memenuhi persyaratan:
a. Produk tersebut harus berupa produk pangan (bukan kapsul, tablet atau powder) yang berasal dari bahan yang terdapat secara alami pada bahan pangan.
b. Produk tersebut dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makanan sehari-hari.
c. Produk tersebut mempunyai fungsi tertentu pada saat dicerna serta memberikan peranan tertentu dalam proses metabolisme di dalam tubuh, antara lain memperkuat mekanisme pertahanan tubuh atau meningkatkan kekebalan terhadap suatu penyakit, mencegah timbulnya penyakit tertentu (contoh : penyakit jantung, kanker, osteoporosis, dll), membantu mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit, menjaga kondisi fisik dan mental, serta memperlambat proses penuaan.
Ada kriteria yang harus dipenuhi agar makanan dapat disebut sebagai makanan fungsional. Kriteria yang harus dipenuhi agar menjadi pangan fungsional antara lainsensory (warna dan penampilannya yang menarik dan cita rasanya yang enak); nutritional (bernilai gizi tinggi), dan physiological (memberikan pengaruh fisiologis yang menguntungkan bagi tubuh).
Sesuai namanya, makanan fungsional mempunyai beberapa fungsi fisiologis bagi tubuh. Beberapa fungsi fisiologis yang diharapkan dari pangan fungsional antara lain adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan daya tahan tubuh
b. Mencegah timbulnya berbagai macam penyakit
c. Menjaga keteraturan kondisi ritme tubuh
d. Mempercepat proses pengobatan pada berbagai macam penyakit
e. Memperlambat proses penuaan
Seperti jenis makanan yang lain, bahan makanan fungsional terbagi menjadi dua macam, yaitu bahan nabati dan bahan hewani.
a. Bahan Nabati
Bahan nabati adalah bahan pangan yang bersumber dari tumbuhan, seperti buah-buahan, sayur-mayur, kacang-kacangan, serta umbi-umbian. Buah dan sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral, serat makanan, dan sejumlah zat non nutrisi bermanfaat lainnya seperti sterol, flavonoid dan sterol.
Kacang-kacangan mengandung banyak protein. Umbi-umbian banyak mengandung karbohidrat yang penting sebagai sumber energi.
b. Bahan Hewani
Bahan hewani, yaitu bahan pangan yang berasal dari hewan. Jenis bahan pangan hewani di antaranya adalah, ikan, daging telur, susu, dsb.
1) Telur
Telur mempunyai kandungan gizi tinggi seperti air, protein, karbohidrat, mineral, lemak, dan vitamin. Namun, terkadang telur mengandung bakteri Salmonella yang berasal dari kotoran ayam. Oleh karenanya, telur harus dimasak dengan penanganan tepat agar bakteri dapat mati.
2) Ikan
Ikan terbagi atas beberapa jenis, yaitu ikan air laut, ikan air tawar, dan ikan air payau. Ikan
mempunyai kandungan gizi diantaranya protein. Kandungan protein pada ikan lebih tinggi
dari serealia. Kandungan protein ikan sangat mudah dicerna sehingga baik bagi balita. Ikan
juga mengandung asam lemak tak jenuh yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Ikan juga mengandung vitamin dan mineral.
3) Daging
Terdapat beberapa jenis daging, di antaranya daging sapi, daging kambing, daging kerbau,
dll. Setiap jenis daging mempunyai karakteristik yang berbeda. Pada umumnya daging
mengandung protein, lemak sera mineral dan vitamin.
4) Susu
Susu merupakan pangan dengan nilai gizi tinggi, yaitu memiliki kandungan air, lemak,
protein, karbohidrat, vitamin, asam folat, dan mineral
2. Alat Pengolahan Makanan Fungsional
a. Jenis Alat Pengolahan Makanan Fungsional
Alat pengolahan makanan fungsional pada dasarnya sama dengan alat pengolahan
makanan pada umumnya. Jenis dan alat yang digunakan untuk memasak makanan
fungsional dipergunakan sesuai dengan keperluannya. Secara umum, alat pengolahan
makanan dibedakan menjadi 4, yaitu:
1) Alat persiapan pengolahan (preparation equipment)
Peralatan ini dipakai untuk keperluan menyiapkan segala sesuatunyasecara lengkap,
rapi, dan detil bagi tiap proses mengolah sesuatu makanan. Contoh peralatannya, adalah
talenan, pemarut, bermacam-macam pisau, timbangan, penyaring dll.
2) Alat pengolahan (processing equipment).
Banyak jenis peralatan untuk proses pengolahan makanan, di antaranya adalah alat perebus, penumis, penggoreng, pengukus, dll.
3) Alat Penghidang Makanan
Alat penghidang makanan merupakan semua alat yang digunakan untuk menghidangkan atau menyajikan makanan atau minuman. Contoh mangkuk untuk penghidang makanan berkuah, piring besar, botol, dll.
4) Alat makan dan minum
Merupakan alat-alat yang digunakan untuk makan dan minum makanan atau minuman yang diolah, seperti piring, sendok, gelas, dll.
b. Karakteristik Alat Pengolahan Makanan Fungsional
Sifat dan karakteristik alat pengolahan makanan tergantung dari bahan atau material yang digunakan untuk membuat alat itu. Macam material/bahan dasar peralatan, termasuk peralatan pengolahan makanan fungsional antara lain adalah sebagai berikut:
1) Alumunium
Alumunium bersifat ringan, mudah dibentuk, cepat panas, sebagai konduktor yang baik untuk panas dan listrik. Alumunium tidak tahan larutan yang bersifat asam atau alkali, sehingga alumunium tidak dianjurkan untuk masakan yang asam karena panci akan menjadi cepat rusak dan warna akan berubah menjadi buram dan dapat mempengaruhi rasa masakan. Cara pemeliharaan alat dari alumunium dicuci dengan sabun atau deterjen yang lunak atau yang khususdan alat penggosok dipakai yang tidak dapat membuat goresan pada panci atau yang dapat merusak panci.
2) Besi
Besi bersifat berat sehingga jarang digunakan untuk alat masak. Besi mudah berkarat, mempengaruhi rasa masakanan, berbahaya, sulit pemeliharaannya dan tidak menarik serta lambat menyerap panas tetapi lama menahan panas. Cara pemeliharaan besi adalah setelah alat dipakai segera dicuci dan dikeringkan, diulas minyak terdahulu jika akan disimpan. Hal ini untuk mencegah timbulnya karat.
3) Steel atu logam berat
Steel atau logam berat lebih berat dari pada besi, dapat berkarat, kuat dan awet. Dapat digunakan sebagai pengganti besi. Cara pemeliharaannya seperti alat dari besi
4) Stainless steel
Stainless steel atau baja nirkarat atau logam yang sebagian zat karbonnya diganti
dengan chromium atau nikel. Alat dari stainless steel bersifat kuat, menarik, dan mudah
dibersihkan, tidak berkarat, tahan asam atau basa. Stainless steel tidak mempengaruhi
warna atau rasa masakakan. Cara membersihkannya tidak boleh dicuci dengan
menggunakan abu gosok atau vim.
5) Tanah atau earthenware
Alat masak tradisional banyak terbuat dari tanah liat sekarang sudah jarang ditemukan,
namun ada masakan tertentu yang justru lebih enak jika menggunakan alat terbuat dari
tanah liat. Kelebihan peralatan dari tanah liat adalah dapat mengunci nutrisi dari bahan
makanan sehingga tidak banyak hilang saat proses pemasakan.
6) Plastik, linoleum, venyl atau melamin
Plastik, linoleum, venyl atau melamin sering digunakan untuk lapisan atau pembungkus suatu alat yang sifatnya melindungi dari benturan dan panas. Alat yang berkualitas baik mudah dibersihkan dengan sabun biasa. Tahan zat-zat kimia yang biasa digunakan saat memasak. Melamin atau venyl tahan cairan atau masakan panas yang berkualitas tinggi, tidak mudah pecah, tahan banting, dan tidak mempengaruhi bau makanan.
Untuk pengolahan makanan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar hasil
olahan makanan berkualitas baik. Alat yang digunakan untuk memasak harus mempunyai kriteria berikut ini:
1) Peralatan harus berfungsi maksimal
2) Memberikan tingkat kematangan sempurna walaupun memasaknya menggunakan api sedang
3) Tidak mempengaruhi kualitas makanan
4) Tidak mudah rusak
5) Tidak luntur agar tidak menurunkan kualitas makanan
6) Tidak mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh

Rieke Naurah Kayana
BalasHapusXII IPS 3