KELAS XII IPA 2 & XII IPS 1 (USAHA KERAJINAN BERDASARKAN KEBUTUHAN PASAR GLOBAL)
Guru : Vivi Ratnasari, S.Pd
Mata Pelajaran : PKWU
Materi : Usaha Kerajinan Berdasarkan Kebutuhan Pasar Global
Tujuan Pembelajaran :
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
1. Memahami ide dan peluang usaha kerajinan yang berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar global
2. Memahami analisa peluang usaha kerajinan yang berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar global
3. Memahami sumber daya yang di butuhkan untuk usaha kerajinan yang berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar global
4. Memahami administrasi dan pemasaran usaha kerajinan yang berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar global
5. Memahami komponen perencanaan usaha kerajinan yang berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar global
6. Memahami langkah-langkah penyusunan proposal usaha kerajinan yang berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan pasar global
Assalamu'alaikum wr wb
Haloo anak-anak ibu yang sholeh & sholeha. 🤗🤗
Bagaimana kabarnya kalian semua? Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal afiat dan selalu bersemangat dalam belajar. Aamiin.
Anak-anak hari ini adalah hari pertama kegiatan pembelajaran di semester genap. Mari kita pacu lagi semangat kita untuk mengawali pembelajaran selama satu semester ke depan. 😊😊
Untuk materi pembelajaran hari ini adalah Usaha Kerajinan Berdasarkan Kebutuhan Pasar Global. Berikut ini ibu sampaikan ringkasan materinya:
A. Perencanan Usaha Kerajinan untuk Pasar Global
Kegiatan wirausaha dapat dibagi menjadi 3 tahap yaitu :
Tahap I
1. Pembentukan organisasi dan pembagian tugas
2. Menetapkan target dan strategi
3. Membuat jadwal kegiatan
4. Menetapkan biaya produksi dan harga jual ,pembiayaan serta alur keuangan
Tahap 2
5. Melakukan produksi
6. Melakukan Quality Control (QC)
7. Melakukan pengemasan
8. Melakukan promosi,penjualan,dan Distribusi
Tahap 3
9. Evaluasi Kinerja dan Keuangan
10. Penyusunan Laporan Evaluasi.
TAHAP I
adalah persiapan organisasi dan perencanaan produksi. Tahapan perencanaan produk ini disebut juga tahapan Research and Development atau dikenal R&D.
TAHAP KE 2
adalah produksi hingga penjualan. Kelompok wirausaha melakukan produksi kerajinan sesuai dengan target produksi dan melakukan upaya pemasaran sesuai dengan target penjualan. Tahap ini juga disebut dengan Production and Distribution.
TAHAP 3
adalah evaluasi dari seluruh kegiatan wirausaha yang telah dilakukan.Evaluasi bertujuan untuk mengetahui kekurangan dan melakukan perencanaan perbaikan, agar wirausaha dapat berkembang menjadi lebih baik. Proses evaluasi dapat menggunakan metode analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities dan Treats) yaitu dengan cara menguraikan kekuatan (Strenght )kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities) dan ancaman dari luar (Treats) dari produk kerajinan yang telah dibuat,proses produksi, proses pemasaran dan distribusi, serta pasar sasaran.
Pasar Sebagai Salah Satu Faktor Kunci Wirausaha Kerajinan
Berdasarkan luasnya, pasar dapat dibedakan menjadi pasar local, pasar nasional, dan pasar global atau pasar internasional. Pasar global dapat dipahami sebagai pasar diluar pasar local dengan selera global. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan kerajinan memiliki pasar yang lebih luas, tidak hanya konsumen local, namun juga konsumen global. Pada prinsipnya pasar terjadi karena adanya permintaan (dari pembeli) dan penawaran (dari penjual). Potensi pasar dapat diketahui melalui dua pendekatan, pendekatan permintaan dan pendekatan penawaran.
Pendekatan permintaan adalah dengan mencari tahu kebutuhan dari pasar sasaran, sedangkan pendekatan penawaran mengandalkan pada kemampuan wirausahwan membuat produk inovatif. Kedua pendekatan ini dapat digunakan untuk mengenali potensi pasr. Sasaran pasar global dalam pembelajaran ini dapat dibatasi menjadi dua, wisatawan yang datang dan konsumen yang akan melakukan pembelian secara online. Kedua pasar sasaran ini sama-sama memiliki ketertarikan terhadap produk yang unik dan khas yang mudah dibawa atau dikirim.
Wisatawan lebih menyukai produk kerajinan yang mudah dibawa, misalnya berukuran tidak terlalu besar dan berat. Sedangkan produk kerajinan yang dipasarkan secara online harus mempertimbangkan proses pengiriman, agar produk tidak rusak pada saat pengiriman . Wirausaha dapat dilakukan dengan mengembangkan produk kerajinan yang sudah ada didaerah atau membuat kerajinan yang belum ada. Pengembangan kerajinan dilakukan untuk memuat produ kerajinan yang ada lebih sesuai dengan kebutujan konsumen, misalnya membuat kerajinan cendramata yang lebih ringan, lebih kecil dan mudah dibawa, sehingga sesuai dengan kebutuhan wisatawan.
Pengembangan produk untuk pasar global harus memperhatikan aturan yang beraku dinegara tujuan, terkait standar bahan baku, proses produksi, pengemasan dan distribusi. Standar bahan baku disetiap negara dapat berbeda-beda. Misalnya untuk beberapa negara maju, produk bahanbaku kerajinan dari kayu haus dipastikan tidak berasal dari penebangan liar atau illegal logging. Standar proses terkait proses yang berlaku di beberapa negara, diantaranya adalah tidak melibatkan pekerja anak dalam proses produksi. Standar dalam pengemasann dan distribusi. Standar tersebut berlaku dalam pengiriman dalam skala besar atau ekspor, sedangkan untuk pengiriman dalam jumlah kecil atau paket standar tersebut belum tentu diberlakukan. Wirausahawan yang akan menjangkau pasar global harus mempelajari standard dan tata aturan internasional agar dapat mengatur strategi pemasarannya dengan tepat.
Ciri-ciri Oleh-oleh Untuk Wisatawan dan Untuk Non Wisatawan
Oleh-oleh Untuk Wisatawan
1. Khas daerah
2. Unik
3. Cenderung mengutamakan estetika daripada fungsi
4. Ukuran kecil dan tidak mudah rusak agar mudah dibawa
5. Harga tidak terlalu mahal agar dapat membeli lebih banyak
Produk Untuk Non Wisatawan
1. Unik
2. Cenderung mengutamakan fungsi
3. Ukuran sesuai standar pengiriman paket
4. Kokoh agar tidak rusak saat pengiriman
5. Harga dapat disesuaikan dengan kualitas produk
Pengembangan produk untuk pasar global juga harus mempertimbangkan selera estetis dari pasar sasaran. Faktor estetis dapat dilihat dari dua hal yang pertama tren desain dunia, yang disepakati secara global dan berganti setiap tahunnya. Kedua adalah selera khas dari orang-orang disetiap Negara. Setiap negara pada umumnya memiliki selera yang khas untuk warna, motif dan bentuk dari suatu produk. Selera tersebut terbentuk secara turun temurun dan juga berkembang dipengaruhi perkembangan social, budaya, politik, dan teknologi dinegara-negara tersebut. Selera estetis tersebut dapat dipelajari dengan mengumpulkan gambar-gambar produk, iklan-iklan maupun foto-foto, serta prilaku orang-orangnya.
Perancangan produk didasari beberapa factor pertimbangan, yaitu fungsi produk, pengguna produk, material, teknik pembuatan, nilai estetis dan harga jual. Untuk memulai proses perancangan, harus dilakukan penetapan pasar sasaran, bahan baku, dan jenis material apa saja yang akan digunakan, serta tekhnik yang dapat digunakan untuk pembuatan produk. Pada produk kerajinan untuk pasar global, factor terpenting adalah factor estetis, kemudian distribusi, dan kualitas keawetan dari produk kerajinan. Kualitas awet dapat dipenuhi dengan pemilihan dan pengolahan material yang tepat
B. Perancangan dan Produksi Kerajinan untuk pasar Global
Proses perancangan produk diawali dengan pencarian ide dilanjutkan dengan pembuatan gambar atau sketsa ide. Ide terbaik kemudian dikembangkan menjadi model dari kerajinan yang akan dibuat, dilanjutkan dengan persiapan produksi. Produksi adalah membuat produk dengan jumlah tertentu sehingga siap menjadi komoditi yang akan dijual.
1. Mencari Ide Produk Dengan Curah Pendapat
Produk yang akan dibuat adalah produk untuk pasar global, baik wisatawan yang dating maupun pasar global yang dapat dijangkau oleh pemasaran online.langkah selanjutnya adalah mencari ide produk apa yang tepat untuk dikembangkan. Cara yang dapat dilakukan adalah melalui curfah pendapat (brainstorming)yang dilakukan dalam kelompok. Pada proses brainstorming setiap angggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak-banyaknya.
Tuangkan ide-ide tersebut kedalam sketsa. Kunci sukses dari tahap Brainstroming dalam kelompok adalah jangan ada perasaan takut salah, setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, saling menghargai pendapat tgeman, boleh memberikan ide yang merupakan perkembangan dari ide sebelumnya, dan jangan lupa mencatat setiap ide yang muncul. Diskusi dapat dimulai berdasarkan temuan yang didapat dari LK2 dan LK3.
Produk apa yang dapat dibuat dari potensi daerah yang ada?
Produk apa yang saat ini diminati secara global?
Produk apa yang cocok dijadikan oleh-oleh wisatawan?
Produk apa yang unik yang akan menarik pembeli online (melalui internet )
2. Rasionalisasi
Rasionalisasi adalah proses mengevaluasi ide-ide yang muncul dengan beberapa pertimbangan tekhnis, diantaranya,bagaimana cara menggunakan produk tersebut, apakah material yang ada sudah tepat untuk mewujudkannya? Apakah memungkinkan untuk diproduksi dengban teknik produksi yang ada saat ini ? Bagaimana proporsi dan ukuran yang sesuai untuk produk tersebut agar mudah dibawa atau mudah dikidrim melalui paket? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Perhatikan sketsa-sketsa yang sudah dibuat, pilih ide-ide yang dianggap baik dan potensial untuk membuat produk kerajinan untuk pasar global. Kembangkan ide-ide ini dengan rasional, dan tuangkan kedalam sketsa-sketsa selanjutnya.
3. Prototyping atau Membuat Studi Model
Sketsa ide yang dibuat pada tahap-tahap sebelumnya adalah format dua dimensi, artinya hanya digambarkan pada bidang datar. Produk kerajinan yang akan dibuat adalah berbentuk tiga dimensi, maka studi bentuk selanjutnya dilakukan dalam format tiga dimensi, yaitu dengan studi model, studi model dapat dilakukan dengan material sebenarnya maupun bukan material sebenarnya. Material sebenarnya adalah material yang akan digunakan pada produksi kerajinan. Alat bantu yang dapat digunakan dalam pembuatan studi model adalah gunting, Cutter, lem, selotip (alat pemotong dan bahan perekat).
4. Penenetuan Desain Akhir
Hasil dari studi model dapat dipilih 3 sampai 5 alternatif desain akhir. Penetapan desain akhir dapat dilakukan melalui diskusi atau evaluasi. Proses evaluasi menghasilkan umpan balik yang bermanfaat dalam menentukan desain akhir yang terpilih
C. Produksi Kerajinan Untuk Pasar Global
Tahapan produksi secara umum terbagi atas pengolahan bahan atau pembahanan, pembentukan, perakitan, dan finishing. Tahap pembahanan adalah mempersiapkan bahan baku agar siap diproduksi. Pada limbah berbahan alami, proses pembahanan penting untuk menghasilkan produk yang awet, tidak mudah rusak karena factor cuaca dan mikroorganisme. Contohnya pada penggunaan material bamboo. Material bambu harus dipastikan betul-betul kering dan terbebas dari kumbang bubuk, agar produk kerajinan yang dibuat dapat tahan lama.
Proses pembentukan. Pembentukan bahan baku bergantung pada jenis material, bentuk dasaar material, dan bentuk produk yang akan dibuat. Secara umum material padat dapat dikelompokkan menjadi material solid atau tidak solid (lembaran dan serat). Material solid seperti logam, kaca, plastic, atau kayu dapat dibentuk dengan cara dipotong, dipahat sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Material solid juga dapat disusun dan direkatkan dengan bantuan lem. Material berupa lembaran atau serat dapat dibentuk dengan cara digunting sesuai bentuk yang diinginkan. Dianyam atau dirangkai, dan direkatkan dengan bantuan lem. Tahap berikutnnya adalah perakitan dan finishing.
Perakitan dilakukan apabila produk yang dibuat terdiri atas beberapa bagian. Perakitan dapat memanfaatkan bahan pendukung, seperti lem, paku, benang, tali atau tehnik sambungan tertentu. Tahap terahir adalah Finishing. Finishing dilakukan sebagai tahap terahir sebelum produk tersebut dimasukkan kedalam kemasan. Finishing dapat berupa penghalusan/atau pelapisan peremukaan. Penghalusan yang dilakukan diantaranya penghallusan permukaan kayu dengan amplas atau menghilangkan lem yang tersisa pada permukaan produk. Finishing dapat juga berupa pelapisan permukaan atau pewarnaan agar produk yang dibuat lebih awet dan lebih menarik.
Alur Tahapan produksi secara berurutan : BAHAN BAKU - PEMBAHANAN- PEMBENTUKAN-PERAKITAN - FINISHING - PRODUK.
D. Metode Produksi Dan keselamatan Kerja
Produksi dapat dilakukan dengan metode tradisional atau modern. Pada metode tradisional satu orang melakukan setiap tahapan produksi, sedangkan pada metode modern satu orang hanya melakukan satu tahap produksi. Metode modern sering disebut dengan metode ‘Ban Berjalan’, karena metode ini serupa dengan kegiatan produksii di pabrik yang menggunakan mesin ban berjalan atau Conveyer. Pemanfaatan metode modern lebih efisien dalam penggunaan waktu sehingga sesuai untuk produks dalam jumlah banyak.
Metode tradisional kurang tepat digunakan untuk produksi dalam jumlah banyak karena produk yang dihasilkan sulit untuk mencapai standar bentuk yang sama. Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam membuat produk, sehingga detail bentuk produk yang dihasilkan akan berbeda pula. Pemanfaatan produksi dan pengaturan alur produksi mempengaruhi kualitas produk dan kelancaran produksi.Kelancaran produksi juga ditentukan oleh cara kerja yang memperhatikan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).
Upaya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja dibuat berdasarkan bahan, alat dan proses produksi yang digunakan. Prosees pembahanan dan pembentukan material solid sering kali menghasilkan sisa potongan atau debu yang dapat melukain bafian tubuh pekerjanya, maka dibutuhkan alat keselamatan kerja beupa kacamata pelindung dan masker. Proses pembahanan dan finishing, apabila menggunakan bahan kimia yang dapat berbahaya bagi kulit dan pernafasan, maka pekerja harus menggunakan sarung tangan dan masker, selain alat keselamatan kerja, yang tak kalah penting adalah sikap kerja yang rapi, hati-hati, teliti dan penuh konsentrasin. Sikap tesebut akan mendukung kesehatan dan keselamatan kerja.
KEMASAN SEBAGAI BAGIAN PENTING KERAJINAN UNTUK PASAR GLOBAL
Kemasan untuk produk kerajinan befungsi untuk melindungi produk dari benturan dan cuaca serta memberikan kemudahan membawa. Kemasan juga berfungsi untuk menambah daya tarik, dan sebagai identitas atau brand dari produk tersebut. Fungsi kemasan didukung oleh pemilihan materual, bentuk, warna, teks dan grfis yang tepat. Material yang digunakan untuk membuat kemasan beragam bergantung dari produk yang akan dikemas. Produk kerajinan yang muddah rusak harus menggunakan kemasan yang memiliki material berstruktur. Kemasan yang ingin memperlihatkan keindahan proeuk didalamnya dapat memanfaatkan material yang transparan.
Pemilihan material juga disesuaikan dengan identitas atau brand dari produk tersebut. Produk hiasan yang ingin dikenali sebagai produk alami akan menggunakan material kemasan yang alami pula. Selain ditampilkan oleh material kemasan yang alami pula. Daya tarik dan identitas, selain ditampilkan oleh material kemasan, juga dapat ditampilkan melalui bentuk, warna teks, dan grafis. Pengemasan dapat dilengkapi dengan label yang memberikan informadi teknis maupun memperkuat identitas atau brand.
Kemasan produk kerajinan berfungsi melindungi produk dari debu dan kotoran serta memberikan kemudahan distribusi. Kemasan yang melekat pada produk tersebut sebagai kemasan primer. Kemasan skunder berisi beberapa kemasan primer yang berisi produk. Kemasan untuk distribusi disebut kemasan tersier. Kemasan primer produk melindungi produk dari benturan dan kotoran serta berfungsi menampilkan daya tarik dari produk kerajinan serta memberikan kemudahan untuk distribusi dari tempat produksi ketempat penjualan.
Perlindungan bisa diperoleh dari kemasan tersier yang membuat kemasan beragam bergantung dari produk yang akan dikemas. Kemasan produk kerajinan sebaiknya memberikan identitas atau brand dari produk tersebut atau dari produsennya. Kemasan untuk produk global hendaknya melindung produk.
Demikianlah materi pelajaran kita hari ini, sampai jumpa di pertemuan berikutnya, 🤗🤗
Wassalamu'alaikum wr wb

Komentar
Posting Komentar