KELAS XI IPA 5 (KEBIJAKAN FISKAL & MONETER)

Guru : Vivi Ratnasari, S.Pd

Mata Pelajaran : Ekonomi Lintas Minat

Kelas : XI IPA 5


KD:

3.5 Menganalisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal

4.5 Menyajikan hasil analisis kebijakan moneter dan kebijakan fiskal


Tujuan Pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini, siswa diharapkan mampu:

1. Menjelaskan pengertian kebijakan moneter

2. Menyebutkan tujuan kebijakan moneter

3. Menyebutkan instrumen kebijakan moneter

4. Menyebutkan peran & fungsi kebijakan moneter

5. Menyebutkan jenis-jenis kebijakan moneter

6. Menjelaskan pengertian kebijakan fiskal

7. Menyebutkan tujuan kebijakan fiskal

8. Menyebutkan instrumen kebijakan fiskal

9. Menyebutkan peran & fungsi kebijakan fiskal

10. Menyebutkan jenis-jenis kebijakan fiskal


KEBIJAKAN FISKAL

1. Pengertian Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah kebijakan ekonomi pemerintah untuk memengaruhi tingkat aktivitas ekonomi, alokasi sumber daya, dan distribusi pendapatan dengan cara mengatur pajak dan pengeluaran pemerintah. Dua instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran pemerintah dan pajak.


2. Tujuan Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal ditujukan untuk memelihara stabilitas ekonomi sehingga pendapatan nasional secara nyata akan terus meningkat sesuai dengan penggunaan sumber daya (faktor-faktor produksi) dan efektivitas kegiatan masyarakat dengan tidak mengabaikan redistribusi pendapatan/ kekayaan dan kesempatan kerja. Secara garis besar, tujuan kebijakan fiskal:


a. menjamin pertumbuhan ekonomi,

b. memperluas kesempatan kerja,

c. mencapai suatu tingkat harga umum yang stabil, dan

d. meningkatkan laju pertumbuhan potensial tanpa mengganggu pencapaian tujuan- tujuan lain masyarakat.


3. Jenis Kebijakan Fiskal

Ada empat jenis kebijakan fiskal:


A. Pembiayaan Fungsional 

Berdasarkan konsep ini, pengeluaran pemerintah, penarikan pajak, dan pinjaman dipertimbangkan secara terpisah.

B. Pendekatan Anggaran Terkendali (managed budget approach). 

Dalam konsep ini, pengeluaran pemerintah, penarikan pajak, dan pinjaman ditujukan untuk mencapai kestabilan ekonomi.

C. Stabilitas Anggaran. 

Konsep ini disebut juga stabilisasi anggaran otomatis karena menekankan pada mekanisme otomatis dalam politik fiskal. Penyesuaian penerimaan dan pengeluaran pemerintah secara otomatis terjadi dengan sendirinya dan langsung menstabilkan perekonomian tanpa harus ada campur tangan pemerintah yang disengaja atau direncanakan.

D. Pendekatan Anggaran Belanja Berimbang (balanced budget approach). Konsep ini menekankan pada keharusan keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran. Pendekatan ini selalu mempertahankan anggaran belanja yang seimbang.


4. Instrumen Kebijakan Fiskal

Ada dua instrumen utama dalam kebijakan fiskal.


A. Sistem Perpajakan.

Dengan menggunakan sarana perpajakan, pemerintah dapat mengatur kegiatan ekonomi sesuai dengan maksud dan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya, ketika pemerintah menaikkan tarif pajak, pemerintah bermaksud menambah penerimaan negara dan menstabilkan harga-harga.


B. Politik Anggaran 

Jika dilihat dari segi perbandingan antara penerimaan dan pengeluaran negara, politik anggaran pemerintah dapat dibagi menjadi tiga.  


1. Anggaran defisit. Pada jenis politik anggaran ini pengeluaran pemerintah lebih besar daripada penerimaannya. Anggaran defisit dilakukan dengan cara menambah pengeluaran pemerintah dan mengurangi penerimaan pajak. Politik anggaran ini dilakukan pemerintah jika pemerintah ingin menstimulus pertumbuhan ekonomi. Politik anggaran defisit juga biasa disebut sebagai kebijakan fiskal ekspansif.

2. Anggaran surplus. Dalam anggaran surplus pemerintah merencanakan penerimaan lebih besar daripada pengeluarannya. Politik anggaran ini dilakukan pemerintah ketika kegiatan perekonomian terlalu memanas (overheating). Untuk mengendalikannya, pemerintah mengurangi pengeluaran dan menaikkan pajak agar daya beli masyarakat dapat dikendalikan sehingga harga-harga barang dapat dikendalikan. Politik anggaran ini juga biasa disebut kebijakan fiskal kontraktif.

3. Anggaran berimbang. Pada politik anggaran ini, pemerintah merencanakan pengeluarannya sama besar dengan penerimaannya. Maksud pemerintah memberlakukan politik anggaran ini adalah untuk meningkatkan disiplin dan kepastian anggaran.


5. Bentuk Kebijakan Fiskal Kebijakan fiskal dapat dibagi dua:

A. Kebijakan penstabil otomatis, 

yakni kebijakan fiskal dalam bentuk kebijakan sistem fiskal yang secara otomatis cenderung dapat menimbulkan terjadinya kestabilan dalam kegiatan ekonomi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan pasif. Contohnya adalah penerapan pajak progresif.


B.Kebijakan diskresioner, 

yakni tindakan yang diambil pemerintah dengan sengaja dalam menambah atau mengurangi penerimaan dan pengeluaran pemerintah sesuai dengan tujuan perekonomian yang ingin dicapai. Kebijakan ini disebut juga kebijakan aktif. 

Selanjutnya, kebijakan diskresioner dibagi menjadi dua:

1. Kebijakan fiskal ekspansif 

adalah kebijakan ke arah politik anggaran defisit, yakni menambah pengeluaran negara dan/atau mengurangi penerimaan pajak. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.


2. Kebijakan fiskal kontraktif 

adalah kebijakan ke arah politik anggaran surplus, yaitu dengan cara mengurangi pengeluaran negara dan/atau menambah penerimaan pajak. Kebijakan ini memiliki tujuan untuk mengendalikan inflasi.


KEBIJAKAN MONETER


1. Pengertian Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral sebagai otoritas moneter untuk mengarahkan perekonomian ke arah yang diinginkan dengan cara mengatur jumlah uang beredar. Bank sentral yang ada di Indonesia adalah Bank Indonesia.


2. Tujuan Kebijakan Moneter

a. menjaga stabilitas ekonomi dan moneter, 

b. menjaga stabilitas harga,

c. meningkatkan kesempatan kerja, dan

d. memperbaiki posisi neraca perdagangan dan pembayaran.


3. Instrumen Kebijakan Moneter

A. Instrumen langsung, 

yakni bentuk intervensi langsung bank sentral dalam pasar uang. Instrumen langsung terdiri atas:

1. mencetak uang baru

2. imbauan moral (moral suasion)


B. Instrumen tidak langsung, 

yakni tindakan bank sentral dalam memengaruhi kemampuan bank umum untuk menyalurkan kredit melalui:

1. politik diskonto (discount policy), 

yakni tindakan bank sentral dalam menetapkan tingkat suku bunga diskonto atau dikenal dengan istilah BI rate

2. operasi pasar terbuka (open market operation),

 yakni kegiatan bank sentral dalam jual-beli surat berharga seperti SBI

3. giro wajib minimum/rasio cadangan kas (reserve requirement/cash ratio), 

yakni tindakan bank sentral dalam menetapkan cadangan kas minimum yang harus dicapai oleh perbankan di Indonesia

4. pengendalian kredit (credit control), 

yakni kebijakan bank sentral dalam hal pengendalian kredit yang disalurkan kepada masyarakat


4. Bentuk Kebijakan Moneter

A. Kebijakan moneter kontraktif (tight money policy), 

yakni kebijakan bank sentral dalam mengurangi jumlah uang beredar.Kebijakan ini memiliki tujuan untuk mengendalikan inflasi. 

Kebijakan ini dilakukan dengan cara: 

a. menaikkan tingkat diskonto

b. menaikkan cash ratio

c. menjual surat berharga

d. memperketat kredit 


B. Kebijakan moneter ekspansif (easy money policy), 

yakni kebijakan bank sentral dalam menambah jumlah uang beredar.

a. menurunkan tingkat diskonto

b. menurunkan cash ratio

c. membeli surat berharga

d. mempermudah kredit


5. Bentuk Kebijakan Moneter Lainnya

a. redenominasi, 

yakni kebijakan menyederhanakan nilai nominal mata uang rupiah

b. sanering, 

yakni kebijakan memotong nilai riil mata uang rupiah

c. devaluasi, 

yakni kebijakan menurunkan nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing

d. revaluasi, 

yakni kebijakan menaikkan nilai tukar mata uang rupiah terhadap mata uang asing

Komentar

Postingan Populer