KELAS XI IPA 4

Guru : Vivi Ratnasari, S.Pd

Mata Pelajaran : Ekonomi

Kelas : XI IPA 4


MATERI : Pengertian Indeks Harga


Kompetensi Dasar:

3.4 Menganalisis indeks harga dan inflasi

4.4 Menyajikan hasil analisis indeks harga dan inflasi


Tujuan Pembelajaran:

1. Siswa mampu menjelaskan pengertian indeks harga

2. Siswa mampu menyebutkan tujuan penyusunan indeks harga


INDEKS HARGA

1. Pengertian

Indeks harga adalah suatu ukuran yang menunjukkan perubahan yang terjadi pada tingkat harga dari waktu ke waktu. 


2. Peranan Indeks Harga dalam Ekonomi

Beberapa peran/manfaat indeks harga dalam perekonomian:


a. mengukur keadaan ekonomi secara umum,

b. indeks harga perdagangan besar dapat memberi gambaran trend atau kecenderungan dalam perdagangan,

c. sebagai dasar penetapan gaji dan perubahannya,

d. indeks harga konsumen dapat digunakan untuk menggambarkan kemakmuran masyarakat, dan

e. indeks harga konsumen berguna untuk menghitung inflasi.




3. Jenis Indeks Harga




Ada beberapa jenis indeks harga:




A. Indeks harga konsumen (IHK) yang menggambarkan perubahan dalam harga -harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen,




B. Indeks harga perdagangan besar (IHPB ) yang menggunakan harga produsen dalam penyusunan angka indeksnya. IHPB terdiri dari jenis bahan mentah sampai barang jadi,




C. indeks harga yang dibayar dan diterima petani. Petani membayar sejumlah uang untuk pembelian faktor produksi dan kegiatan konsumsinya. Di pihak lain, petani menerima hasil penjualan barang pertanian. Untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani, disusunlah suatu indeks harga yang dibayar dan diterima petani, dan




D. indeks harga saham yang digunakan untuk mengukur perubahan harga saham di pasar modal.




4. Penyusunan Angka Indeks




Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun angka indeks harga:


a. perumusan tujuan angka indeks.




syarat perbandingan data:


1. kualitas barang yang diukur angka indeksnya harus sama dari periode yang satu ke periode berikutnya.


2. data yang digunakan berasal dari satu sumber.


3. untuk menghitung angka indeks harga makanan, pilih bahan makanan yang mewakili masyarakat wilayah setempat.




pemilihan periode dasar:


1. periode dasar yang dipilih hendaknya adalah periode ketika keadaan perekonomian normal.


2. periode dasar yang dipilih hendaknya jangan terlalu jauh dengan periode yang ingin kita ukur angka indeksnya.


3. periode dasar bisa dipilih ketika ada kejadian penting dalam perekonomian.


4. periode dasar yang dipilih bukan merupakan periode ketika terjadi resesi.






5. Metode Pengukuran Angka Indeks Harga




1. Metode Agregatif Sederhana




Metode agregatif sederhana menghitung kenaikan harga dari suatu komoditas setiap tahunnya berdasarkan harga nominalnya. Rumus yang digunakan untuk angka indeks dengan metode ini adalah:






Keterangan:


Pn adalah harga periode tertentu.


Po adalah harga periode dasar.




 




2. Metode Tertimbang




Indeks harga dengan metode tertimbang adalah metode mengukur indeks harga yang menggunakan variabel selain harga sebagai penimbangnya. Beberapa metode indeks harga dengan metode tertimbang adalah berikut ini.




a. Metode Laspeyers




Metode Laspeyers mengukur angka indeks harga dengan menggunakan kuantitas barang pada periode dasar sebagai penimbangnya. Rumus metode Laspeyers:












Keterangan:




IL adalah angka indeks Laspeyers. 




Pn adalah harga barang pada periode tertentu.




Po adalah harga barang pada periode dasar.




Qn adalah kuantitas barang pada periode tertentu.




Qo adalah kuantitas barang pada periode dasar.




 




b. Metode Paasche




Metode Paasche mengukur angka indeks harga dengan menggunakan kuantitas barang pada periode tertentu sebagai penimbangnya. Rumus metode Paasche:










Keterangan: 




IP adalah angka indeks Laspeyers.




Pn adalah harga barang pada periode tertentu.




Po adalah harga barang pada periode dasar.




Qn adalah kuantitas barang pada periode tertentu.




Qo adalah kuantitas barang pada periode dasar.




Metode Laspeyers dan Paasche memiliki kelemahan dalam megukur angka indeks harga. Hasil pengukuran pada metode Laspeyers terlalu tinggi (over estimated). Sementara itu, hasil pengukuran pada metode Paasche terlalu rendah (under estimated). Oleh karena itu, muncul metode-metode lain yang hasil penghitungannya berada di tengah-tengah antara metode Laspeyers dan Paasche.




c. Metode Drobisch – Browley.




Rumus metode Drobisch – Browley:










Keterangan:




ID adalah angka indeks Drobisch – Browley.




IL adalah angka indeks Laspeyers.




IP adalah angka indeks Paasche.




 




d. Metode Irving Fisher.




Rumus metode Irving Fisher:










Keterangan: 




IF adalah angka indeks Irving Fisher.




IL adalah angka indeks Laspeyers.




IP adalah angka indeks Paasche.




e. Metode Marshall – Edgeworth.




Rumus metode Marshall – Edgeworth:










Keterangan:




IM adalah angka indeks Marshall – Edgeworth.




Pn adalah harga barang pada periode tertentu.




Po adalah harga barang pada periode dasar.




Qn adalah kuantitas barang pada periode tertentu.




Qo adalah kuantitas barang pada periode dasar.




 Demikian materi hari ini.


Wassalamu'alaikum wr wb




 





Komentar

Postingan Populer