KELAS XII IPA 2

Guru                   : Vivi Ratnasari, S.Pd.


Mata Pelajaran : Kewirausahaan


Kelas                   : XII IPA 3


Materi : BUDIDAYA UNGGAS PETELUR


Kompetensi Dasar :


BIDANG BUDIDAYA

3.1 Memahami perencanaan usaha budidaya unggas petelur meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

4.1 Menyusun perencanaan usaha budidaya unggas petelur meliputi ide dan dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran.


Tujuan Pembelajaran : 

1. Siswa mampu memahami proses perencanaan usaha Budidaya unggas petelur meliputi ide, peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran.

2. Siswa mampu menyusun perencanaan usaha budidaya unggas petelur meliputi ide, peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran 


Assalamu'alaikum wr wb 

Halo semuanya ☺☺

Anak-anak apa kabar hari ini? Semoga selalu sehat & terus semangat belajar ya 😊😊

Hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran kita di materi BAB 3 mengenai materi usaha budidaya unggas petelur.


Inilah materinya:


PETERNAKAN

Budidaya unggas petelur merupakan salah satu kegiatan tata laksana pengelolaan usaha bidang unggas dengan tujuan untuk memperoleh hasil panen yang maksimal. Dalam pelaksanaannya, usaha budidaya unggas petelur ini memiliki beberapa faktor-faktor penunjang seperti sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Salah satu faktor terpenting dalam usaha budidaya unggas petelur adalah penentuan lokasi kandang. Lokasi kandang harus memenuhi beberapa persyaratan seperti jauh dari pemukiman penduduk, jauh dari pusat keramaian, akses lokasi yang mudah dan bersifat menetap.

1. Sarana Dalam Budidaya Unggas Petelur

Demi mencapai hasil panen yang maksimal, tentunya dalam pengelolaan budidaya unggas petelur harus memiliki sarana yang baik seperti kandang, peralatan kandang, bibit unggas berkualitas, pakan berkualitas, vitamin dan obat-obatan.


a. Kandang

Tak dapat dipungkiri bahwa salah satu faktor keberhasilan dalam budidaya unggas petelur adalah ketersediaan kandang yang baik. Fungsi utama dari kandang adalah menjaga kondisi unggas yang dipelihara agar tidak berkeliaran di alam bebas. Selain itu, kandang juga akan memudahkan peternak dalam menunjang usaha pemeliharaan ternak, melindungi ternak dari cuaca ekstrim dan hewan buas, serta memudahkan pada saat proses pemanenan.


Kandang yang biasa digunakan untuk budidaya unggas petelur biasanya terdiri dari kandang sangkar yang sudah dimodifikasi menjadi kandang bertingkat atau biasa disebut dengan kandang baterai. Pada awal pemeliharaan, biasanya unggas akan dipelihara menggunakan sistem umbaran. Setelah dewasa, barulah unggas tersebut dipindahkan ke kandang baterai.

Jadi, kandang baterai ini biasanya ada dalam bangunan kandang utama. Kandang baterai ini biasanya terbuat dari kayu, bambu dan kawat yang telah dirancang guna memudahkan telur-telur keluar tanpa hambatan. Dalam pembuatannya, kandang jenis ini biasanya cukup memakan biaya yang besar.


Ada beberapa keunggulan dari kandang baterai ini yaitu.


Memudahkan peternak dalam mengoleksi telur (mengambil telur).

Meminimalisir terjadinya kerusakan telur akibat unggas itu sendiri.

Menghindari terjadinya kanibalisme.

b. Peralatan Kandang

Selain kandang, peralatan kandang juga merupakan salah satu faktor penunjang keberhasilan budidaya unggas petelur. Adapun beberapa peralatan kandang yang harus dipersiapkan oleh peternak antara lain.

Tempat pakan.

Tempat minum.

Lampu.

Egg Tray.

Grit.


Tempat makan dan minum yang baik dapat dibuat sedemikian rupa menggunakan peralatan yang murah seperti bambu maupun pipa paralon. Selain itu, demi menjaga intensitas cahaya yang baik, kandang juga harus memiliki penerangan yang baik. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas produksi ketika musim penghujan tiba. Yang mana intensitas cahaya matahari pada musim hujan cenderung berkurang.


c. Bibit Ayam

Selanjutnya adalah bibit ayam yang berkualitas juga menjadi salah satu faktor keberhasilan dari usaha budidaya unggas petelur. Bibit ayam dapat diperoleh langsung pada perusahaan yang berkecimpung dalam industri peternakan. 


Biasanya, ciri-ciri bibit ayam (DOC) yang baik meliputi.

Doc terlihat aktif dan lincah.

Berasal dari indukan yang baik dan sehat.

Bulu terlihat cerah dan tidak kusam.

Pertumbuhan baik.

Tidak memiliki cacat tubuh.

Nafsu makan tinggi.

Bobot badan berkisar antara 35 – 40 gram.

Tidak adanya kotoran yang menempel di sekitar kloaka.


d. Pakan

Pakan merupakan salah satu kunci keberhasilan budidaya unggas petelur. Tanpa pakan yang berkualitas, tentunya produktivitas ternak akan kurang maksimal. Pakan yang berkualitas berasal dari beberapa bahan baku pembuatan pakan yang sudah teruji kandungan nutrisinya.


Bahan-bahan ini kemudian disusun berdasarkan kebutuhan nutrisi ternak. Bahan penyusun pakan ini biasa terbuat dari hasil pertanian, perikanan, peternakan dan hasil industri lainnya yang masih memiliki kandungan nutrisi cukup baik dan bisa mencukupi kebutuhan hidup ternak.

Pakan unggas biasanya terdiri atas campuran beberapa bahan pakan lainnya seperti jagung, bekatul, garam, grit, dan lainnya sehingga mencukupi kebutuhan nutrisi unggas seperti energi metabolisme, protein, lemak, fosfor, kalsium, fosfor dan mineral lainnya. Selain itu, para peternak juga bisa langsung membeli pakan jadi melalui poultry shop.

e. Obat-Obatan dan Vitamin

Dalam pelaksanaannya, obat-obatan juga diperlukan guna menjaga keberhasilan industri budidaya unggas petelur. Pemberian obat-obatan ini harus disesuaikan dengan jenis penyakit yang dialami oleh ternak. Selain itu, jumlah dosis dan waktu pemberian yang tepat juga harus menjadi prioritas.

Pemberian vitamin juga harus dilakukan guna menjaga stabilitas pertumbuhan dan kesehatan ternak yang kita pelihara. Pemberian vitamin ini bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti melalui air minum ataupun melalui pakan.

f. Peralatan Panen

Dalam proses pemanenan telur, ada beberapa alat yang harus dipersiapkan oleh peternak guna memudahkan proses pemanenan. Seperti egg tray koleksi dan egg tray pengiriman. Kedua peralatan tersebut harus melalui proses biosecurity dan sanitasi yang baik agar tidak menjadi vektor pembawa penyakit.


2. Tata Cara Budidaya Unggas Petelur

Pada proses budidaya unggas petelur, ada beberapa tata cara yang harus diperhatikan oleh peternak antara lain:

Ketersediaan Kandang.

Penyediaan Bibit Berkualitas.

Manajemen Pemeliharaan.

Manajemen Pemanenan.

Perlakuan Pasca Panen.


3. Perencanaan Wirausaha Budidaya Unggas Petelur

Seperti usaha pada umumnya, dalam proses budidaya unggas petelur juga membutuhkan perencanaan yang matang sebelum kita memulai usaha tersebut. Perencanaan inilah yang nantinya menjadi tolak ukur keberhasilan dari tujuan budidaya unggas petelur yang kita jalankan.


Perencanaan ini meliputi pembuatan keputusan, bagaimana cara meningkatkan produktivitas, kapan waktu pelaksanaannya dan siapa saja yang harus melaksanakannya. Artinya, sebuah perencanaan akan menentukan keberhasilan setiap usaha yang dijalankan oleh setiap individu. Mengingat betapa pentingnya sebuah perencanaan, oleh sebab itu, alangkah baiknya sebuah perencanaan harus disusun sebaik mungkin.

Adapun beberapa manfaat dari perencanaan usaha adalah melakukan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Selain itu, dengan perencanaan yang matang, akan bisa menciptakan langkah-langkah yang lebih detail dan sederhana. Karena dari masalah-masalah kecil dan sederhana inilah bisa menjadi masalah yang besar jika tidak diperhatikan dengan baik. Berikut ini beberapa perencanaan penting yang harus diperhatikan oleh peternak sebelum memulai budidaya unggas petelur.


1. Menentukan Ternak Yang Akan Dipelihara

Sebelum memulai bisnis peternakan, alangkah baiknya kita harus melakukan analisis pasar terkait permasalahan yang ada di pasar. Dengan kata lain, dari analisis pasar tersebut, kita bisa menyiapkan solusi yang dapat memecahkan masalah tersebut.


Proses analisis pasar ini dilakukan ketika kita sudah menentukan produk apa yang ingin kita hasilkan. Selain itu, kita juga harus sudah mempersiapkan manajemen pemeliharaan ternak yang akan kita pelihara. Dengan analisis itu, sebagai pelaku usaha, kita akan memahami permasalahan dalam pasar terkait produk yang kita hasilkan.


Analisis pasar ini bisa memudahkan pelaku usaha dalam memasarkan produk yang mereka hasilkan. Tanpa analisis tersebut, kita akan kesulitan memasarkan produk yang kita hasilkan. Meskipun segala proses dan manajemen pemeliharaan sudah kita lakukan dengan benar.


Beberapa kriteria dalam analisis pasar yang harus dicari tahu oleh pelaku usaha seperti banyaknya ketersediaan produk, tingkat persaingan harga, naik turunnya permintaan pasar, dan jumlah kompetitor yang ada.


Salah satu contoh produk telur yang jumlah peminatnya stabil dengan harga yang tidak fluktuatif adalah telur puyuh. Telur puyuh selalu diminati oleh masyarakat Indonesia. Permintaan yang tinggi ini masih belum tercukupi karena pelaku usaha di bidang puyuh petelur relatif masih sedikit dibandingkan dengan ayam dan bebek.

Banyak sekali alasan yang menjadikan telur puyuh begitu digemari masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah kandungan protein yang tinggi dan rendah kolesterol. Selain itu, daging burung puyuh juga mulai mendapatkan pangsa pasarnya tersendiri. Sehingga peternak puyuh tidak perlu takut akan mengalami kerugian.

Beberapa keunggulan dari beternak puyuh antara lain:

Permintaan telur tinggi dengan harga jual yang relatif stabil dan cenderung naik.

Dalam pemeliharaannya, tidak membutuhkan biaya yang besar.

Tidak membutuhkan lahan yang luas.

Daging puyuh juga mulai mendapat pasarnya tersendiri dan peminatnya semakin banyak.

Memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat daripada ayam.

2. Penentuan Lokasi Kandang

Salah satu keberhasilan dalam budidaya unggas petelur adalah kandang yang baik. Tak terkecuali kandang untuk puyuh petelur. Kandang ini menjadi 2 tipe yaitu kandang pemeliharaan hingga dewasa dan kandang untuk bertelur.

Sebagai peternak, tentunya harus mempersiapkan tempat pakan dan minum serta tempat kotoran agar tidak mengganggu lingkungan sekitar. Temperatur dan kelembaban kandang juga harus selalu diperhatikan. Selain itu, ketersediaan intensitas cahaya yang baik juga merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam pemeliharaan puyuh petelur.

3. Merencanakan Skala Usaha

Sebelum memelihara burung puyuh, peternak harus merencanakan skala usaha yang akan dijalani. Hal ini terkait dengan jumlah populasi puyuh yang akan dipelihara, berapa luasan kandang yang dibutuhkan dan faktor-faktor lainnya demi memaksimalkan produktivitas dari burung puyuh tersebut.

Adapun beberapa faktor yang harus diperhatikan sebagai tahap awal perencanaan skala usaha meliputi:

Besar modal = Usaha apapun pasti membutuhkan modal. Tak terkecuali usaha budidaya unggas petelur ini. Besarnya modal ini akan membantu perencanaan guna memaksimalkan keuntungan dengan cara mengetahui populasi puyuh yang akan dipelihara, jenis pakan yang digunakan, jenis vitamin dan obat-obatan dan faktor pendukung lainnya.

Luasan Kandang = Maksimalkan ketersediaan lahan yang ada. Hal ini penting agar puyuh yang kita pelihara tidak saling berdesakan-desakan.

Populasi Kandang = Populasi kandang sangat berkaitan dengan luasan kandang yang kita miliki. Selain itu, banyaknya populasi ini juga berhubungan dengan peralatan kandang yang dibutuhkan.

Efisiensi Biaya Produksi = Efisiensi ini sangat erat kaitannya dengan banyaknya pekerja yang kita miliki apakah sudah efektif atau belum. Selain itu, segala penggunaan anggaran juga harus memperhatikan faktor efisiensi ini.

Permintaan Pasar = Sebagai pelaku usaha, tentunya kita harus menganalisa seberapa banyak kebutuhan pasar yang dibutuhkan. Hal ini juga berhubungan dengan banyaknya populasi ternak yang kita pelihara nantinya. Jangan sampai kita memelihara ternak secara berlebih sedangkan permintaan pasar lebih sedikit.


Analisis Biaya Produksi = Setelah memahami beberapa faktor sebelumnya, kamu bisa menyimpulkan berapa besar kisaran biaya yang dibutuhkan. Analisis biaya ini sangat bergantung dari skala usaha yang kamu jalankan. Semakin besar skala usaha yang kamu jalankan, maka semakin besar pula biaya yang dibutuhkan


Demikian penjelasan singkat mengenai budidaya unggas petelur ini. Semoga apa yang kami sampaikan bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua.


Wassalamu'alaikum wr wb









Komentar

Postingan Populer