KELAS XI IPS 2 (PRESENTASI HASIL KERAJINAN)

Guru : Vivi Ratnasari, S.Pd.

Mata Pelajaran : Kewirausahaan

Kelas : XI IPS 2


Materi : 

KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANG


Kompetensi Dasar :

3.7 Menganalisis sistem produksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

4.7 Memproduksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.


Tujuan Pembelajaran : 

1. Siswa mampu menganalisis sistem produksi kerajinan dari bahan limbah berbe tukbangun ruang berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.

2. Siswa mampu memproduksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.


Assalamu'alaikum wr wb 

Halo semuanya ☺☺

Anak-anak apa kabar hari ini? Semoga selalu sehat & terus semangat belajar ya 😊😊


Hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran kita di materi BAB 2 mengenai KERAJINAN DARI BAHAN LIMBAH BERBENTUK BANGUN RUANG


Hari ini saatnya kalian mempresentasikan hasil karya yang sudah kalian buat secara berkelompok.

Berikut ini ibu sampiakna lagi mateti tentang perhitungan BEP yang berkaitan dengan presentasi kalian.


Perhitungan Titik Impas [Break Even Point] Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang

1. Pengertian Titik Impas [Break Even Point] Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang

Break Even Point [BEP] ialah titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam suatu perusahaan. Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis proyeksi sejauh mana banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau sebanyak apa uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal.


2. Manfaat Titik Impas [Break Even Point] Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang

Jumlah penjualan minimal harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.

Seberapa jauhkah yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu.

Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi.

Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh.

3. Analisis Titik Impas [Break Even Point] Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang

Analisa Break Even Point [BEP] dapat digunakan oleh usahawan untuk berbagai pengambilan keputusan, antara lain mengenai:


Jumlah minimal produk yang harus terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

Jumlah penjualan yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

Besarnya penyimpanan penjualan berupa penurunan volume yang terjual agar perusahaan tidak menderita kerugian.

Untuk mengetahui efek perubahan harga jual, biaya maupun volume penjualan terhadap laba yang diperoleh.

4. Komponen Perhitungan Titik Impas [Break Even Point] Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang

a. Biaya Tetap

Biaya tetap termasuk biaya yang sama terlepas dari berapa banyak jumlah barang yang kalian jual. Seluruh biaya mendirikan usaha, seperti biaya sewa, asuransi dan komputer, dianggap sebagai biaya tetap karena harus menetapkannya sebelum menjual barang.


b. Biaya Variabel

Biaya variabel meliputi biaya yang timbul terus-menerus yang diserap dengan setiap unit yang kalian jual. Misalnya jika kalian menjalankan toko kerajinan yang mengharuskan kalian membeli bahan baku kerajinan dari perusahaan tertentu dengan harga Rp10.000 per lembar, maka jumlah uang tersebut mewakili biaya variabel. Saat perusahaan dan penjualan meningkat, bisa mulai menyesuaikan tenaga kerja dan aspek lainnya sebagai biaya variabel jika memang sesuai dengan industri yang dikembangkan.


5. Menghitung Biaya Pokok Produksi Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang

Menghitung BEP membantu untuk menentukan kapankah bisnis tersebut akan mencapai titik impasnya, di mana BEP adalah kondisi pendapatan sama dengan biaya yang dikeluarkan. Jika bisa secara akurat memprediksikan biaya dan penjualan, menghitung BEP hanyalah sebuah perhitungan matematika yang sangat mudah. Sebuah usaha mencapai titik BEP ketika total pendapatan atau penjualan sama dengan total biayanya.


Pada titik BEP, tidak ada keuntungan yang diraih atau kerugian yang diderita. Ada beberapa tipe biaya yang harus diperhatikan ketika akan melakukan perhitungan BEP, yaitu:


a. Biaya Tetap

Biaya ini akan tetap sama berapapun jumlah produk yang dihasilkan. Semua biaya awal pendirian usaha seperti biaya sewa tempat, asuransi, komputer, mesin kasa, dan lain-lain adalah biaya tetap karena membelinya sebelum bisnis dijalankan.


b. Biaya Variabel

Biaya ini merupakan biaya berulang yang diserap oleh setiap produk yang dihasilkan. Sebagai contoh, jika menjalankan usaha kerajinan hiasan di mana untuk pembuatan hiasan bunga, diharuskan membeli bahan kertas ke suplir seharga Rp1.000 per lembar, maka biaya Rp1.000 tersebut merupakan biaya variabel. Ketika bisnis kalian tumbuh dan berkembang, bisa menjadikan biaya karyawan dan biaya lainnya sebagai biaya variabel.


Penetapan harga sangat penting dalam menghitung BEP. Kalian tidak akan dapat memprediksi pendapatan jika kalian tidak tahu berapa harga per unit produk yang nantinya akan di jual. Harga per unit merupakan suatu nominal yang akan dibebankan ke konsumen untuk pembelian satu unit produk yang akan dijual.


Penentuan harga merupakan proses pengambilan keputusan yang tidak gampang. Baik dari sisi pengusaha maupun dari sisi konsumen. Banyak sekali riset di dunia marketing dan dunia psikologi mengenai bagaimana persepsi konsumen terhadap suatu harga. Sebelum menetapkan harga produk dan jasa, ada baiknya untuk membaca buku, artikel atau review tentang strategi harga dan psikologi harga terlebih dahulu.


Rumus menghitung BEP adalah sangat sederhana. Untuk menghitung BEP adalah biaya tetap, dibagi harga dikurangi biaya variabel. Persamaan ini menghasilkan rumus BEP sbb:


BEP = Biaya Tetap / [Harga Jual Per Unit – Biaya Variabel]


Kalkulasi rumus ini akan memberitahu jumlah unit produk yang harus terjual agar mencapai titik impasnya. Pada titik tersebut, sudah menutupi semua biaya yang terkait dengan memproduksi produk yang dihasilkan [biaya tetap dan biaya variabelnya]. Di atas titik BEP, setiap unit tambahan yang terjual akan meningkatkan keuntungan yang disebut dengan “unit contribution margin” di mana didefinisikan sebagai setiap jumlah unit yang memberikan kontribusi menutupi biaya tetap dan meningkatkan keuntungan. Persamaan rumusnya adalah:


Unit Contribution Margin = Harga Jual – Biaya Variabel


Gunakan persamaan-persamaan di atas dalam spreadsheet seperti Excel untuk mempermudah melakukan penyesuaian perubahan biaya dan penyesuaian harga jual sehingga mempermudah menghitung BEP. Sangat penting untuk memahami hasil dari perhitungan break even point. Contoh, jika dari hasil perhitungan, akan mencapai titik impas dengan penjualan sebanyak 500 unit, pikirkan apakah angka tersebut adalah angka yang masuk akal atau tidak. Jika tidak bisa menjual 500 unit dalam periode yang ditentukan, mungkin ini adalah pertanda untuk memikirkan kelayakan bisnis yang akan ditekuni tersebut. Sebagai alternatif, coba telaah lebih dalam semua biaya, baik itu biaya tetap maupun biaya variabel dan identifikasikan bagian mana yang masih bisa dikurangi anggaran biayanya.


Demikian materinya. Semoga dapat dipahami dengan baik.

Sampai jumpa di pertemuan berikutnya. ☺☺

Wassalamu'alaikum wr wb.

Komentar

Postingan Populer