KELAS XII IPA 1 & XII IPS 2 (SISTEM KONSINYASI)
Guru : Vivi Ratnasari, S.Pd.
Mapel : Kewirausahaan
Kelas : XII IPA 1 & XII IPS 2
Materi : USAHA PRODUKSI JASA PROFESI
Kompetensi Dasar:
3.5 Menganalisis sistem konsinyasi usaha jasa profesi
4.5 Memasarkan produk usaha jasa profesi dengan sistem konsinyasi
Tujuan Pembelajaran :
1. Siswa mampu memahami sistem konsinyasi pada produksi usaha jasa profesi di bidang profesi masing-masing.
2. Siswa mampu memasarkan produk usaha jasa profesi
Assalamu'alaikum wr wb
Halo semuanya ☺☺
Anak-anak apa kabar hari ini? Semoga selalu sehat & terus semangat belajar ya 😊😊
Hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran kita di materi BAB 2 mengenai materi usaha produksi jasa profesi.
Inilah materinya:
1. Pengertian Sistem Konsinyasi
Sistem konsinyasi adalah suatu perjanjian antara dua pihak dimana salah satu pihak sebagai pemilik barang menyerahkan barangnya kepada pihak tertentu untuk menjualnya dan kemudian akan mendapatkan komisi tertentu.
Pihak pemilik barang disebut konsinyor sementara pihak yang dititipi atau menjual barang disebut dengan konsinyi,
2. Kelebihan dan Kekurangannya Sistem Penjualan Konsinyasi
Beberapa kelebihan dan kelemahan sistem konsinyasi yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut.
A. Kelebihan Sistem Penjualan Konsinyasi
Kelebihan melakukan penjualan secara konsinyasi dapat dilihat dari dua sisi, yaitu dari sisi konsinyor dan dari sisi konsinyi,
Berikut beberapa penjelasannya:
1. Bagi pemilik produk atau konsinyor
Beberapa kelebihan sistem konsinyasi bagi pemilik produk atau konsinyor adalah sebagai berikut.
A. Memperluas pasar dan menghemat biaya promosi
Dengan melakukan perjanjian penjualan konsinyasi, pihak konsinyor akan memperoleh keuntungan seperti memperluas pasar dan menghemat biaya promosi.
Produk Anda dapat dipasarkan sesuai keinginan Anda di toko atau tempat yang sudah memiliki pelanggan sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya promosi di tempat tersebut.
B. Menghemat SDM dan biaya pelayanan
Produk yang dititipkan kepada pihak penjual tentu saja akan dijual oleh mereka.
Sehingga Anda tidak perlu melayani konsumen atau pelanggan secara langsung.
Dengan demikian cara ini dapat menghemat Sumber Daya Manusia untuk melakukan pemasaran maupun biaya pelayanan.
C. Fokus terhadap produk
Kelebihan selanjutnya yang dapat diperoleh konsinyor adalah dia dapat lebih fokus terhadap kualitas produk yang akan diproduksinya.
Selain itu, Anda juga dapat melakukan inovasi-inovasi agar produk lebih unggul.
2. Beberapa kelebihan sistem konsinyasi bagi penyalur atau konsinyi adalah sebagai berikut.
A. Dapat keuntungan tanpa mengeluarkan modal
Seperti yang diketahui bahwa pihak penjual hanya menjual produknya saja sehingga dia akan mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan modal.
Biasanya penjual akan menambahkan harga dari harga yang ditetapkan.
Tambahan harga tersebut merupakan keuntungan yang akan diperoleh.
Selain itu, pihak penjual juga akan mendapatkan fee dari pihak produsennya.
B. Risiko kecil
Kelebihan lain bagi penjual adalah risiko yang kecil.
Risiko yang dimaksud yakni risiko jika barang tidak laku.
Jika barang tidak laku atau rusak maka konsinyi tidak akan mengalami kerugian atas produk tersebut, hanya saja pendapatan atau keuntungannya saja uang akan menurun.
C. Display produk bertambah
Adanya penitipan-penitipan barang atau produk akan membuat penjual menambah jumlah barang yang dijual dalam display tokonya.
Selain itu, penambahan produk tersebut tanpa harus mengeluarkan modal sehingga ini akan sangat membantu penjual untuk mendapatkan keuntungan.
Bisnis dengan cara konsinyasi juga memiliki kekurangan.
Sama seperti kelebihan, kekurangan bisnis konsinyasi juga dibagi menjadi dua sisi, yaitu dari sisi konsinyor dan dari sisi konsinyi
Berikut beberapa penjelasannya:
1. Bagi pemilik produk atau konsinyor
Beberapa kekurangan sistem konsinyasi bagi pemilik produk atau konsinyor adalah sebagai berikut.
A. Risiko kerugian
Adapun risiko kerugian yang dimaksud disebabkan jika salah dalam pemilihan penjual.
Jika penjual yang Anda pilih tidak menjual produk dengan baik atau produk yang ada lakunya sangat lama maka Anda dapat mengalami kerugian.
Oleh karena itu, Anda juga harus memastikan penjual atau penyalur atau pihak konsinyi merupakan penjual yang baik dan dapat diandalkan.
B. Promosi tidak sesuai
Karena pihak pemilik produk tidak melakukan penjualannya secara langsung, maka ada kemungkinan jika promosi yang dilakukan oleh penjual tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Ya hal ini wajar jika Anda menitipkan produk kepada toko-toko kelontong, biasanya mereka tidak akan mempromosikan produk Anda.
Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menempatkan SPG di supermarket atau mall.
Sementara untuk toko kelontong, dapat Anda berikan tawaran fee atau bonus yang menarik.
C. Uang tidak dapat langsung diterima
Kelemahan terakhir dari penjualan konsinyasi bagi pemilik produk adalah pembayaran yang tidak langsung atau uang tidak dapat langsung diterima setelah produk terjual.
Hal ini karena sistem pembayaran yang ada mengikuti sistem pembayaran dari penjual biasanya per minggu atau per bulan, tergantung dengan apa yang sudah disepakati dalam purchase order.
2. Bagi penjual atau konsinyi
Lalu kekurangan sistem konsinyasi bagi penyalur atau konsinyi adalah apa saja?
Sistem penjualan konsinyasi tidak memiliki risiko ataupun kelemahan apapun bagi penjual.
Hal ini karena produk yang dijual memang bukan produk mereka sendiri.
Bagi konsinyi, keuntungan dapat diperhitungkan dari berapa banyak barang yang dijual.
Tetapi jika memang tidak banyak produk yang terjual, maka penjual juga tidak rugi karena konsinyor bisa saja menarik produk tersebut.
Demikian materi pembelajaran hari ini. Semoga dapat dipahami dengan baik.
Sampai jumpa di pertemuan berikutnya. ☺☺
Wassalamu'alaikum wr wb.

Komentar
Posting Komentar